Samarinda – Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) meraih pencapaian luar biasa dengan meraih peringkat kelima dalam penilaian Implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Tingkat Provinsi Kalimantan Timur tahun 2023.
Penghargaan bergengsi ini diserahkan dalam upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-59 yang digelar di Halaman GOR 27 September Universitas Mulawarman.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, dr. H. Jaya Mualimin, Sp. KJ, M.Kes, MARS, menjadi yang memimpin acara penyerahan penghargaan.
Sekretaris Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim, Bapak Yuki Subekti, dengan bangga menerima penghargaan tersebut atas nama Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim, Bapak Yudha Pranoto.
Penghargaan ini mencerminkan keberhasilan Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim dalam implementasi Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok.
Regulasi tersebut, yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, bertujuan melarang merokok di tempat-tempat umum dan tertentu guna menciptakan lingkungan yang sehat.
Implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) ini memiliki tujuan yang jelas, yaitu meningkatkan produktivitas kerja dengan menciptakan lingkungan yang optimal dan sehat.
Selain itu, upaya ini juga bertujuan menurunkan jumlah perokok secara keseluruhan dan mencegah generasi muda dari kebiasaan merokok. Dengan prestasi ini, Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim menunjukkan komitmen tinggi untuk terus meningkatkan implementasi KTR di wilayahnya.
Pada acara tersebut, Bapak Yuki Subekti menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan dan menegaskan bahwa Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim akan terus bekerja keras untuk memastikan keberlanjutan dan peningkatan efektivitas KTR.
Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Dinas Perhubungan Provinsi Kaltim, tetapi juga menjadi inspirasi bagi OPD lainnya untuk aktif berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari asap rokok, mendukung kesehatan masyarakat, dan membentuk generasi muda yang lebih sehat di masa depan.
