Jakarta – Kebakaran yang terjadi di kantor Terra Drone, sebuah ruko enam lantai yang terletak di Jalan Letjen Suprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/12/2025), menewaskan 22 pekerja. Meskipun insiden tragis ini memunculkan perhatian serius terhadap keselamatan bangunan di Jakarta, Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (CKTRP) DKI Jakarta yang seharusnya melakukan pengawasan terhadap gedung-gedung tersebut, dianggap tidak serius dalam menanggapi peristiwa ini.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta baru memeriksa 10 dari total 3.500 gedung yang ada di ibu kota, terkait dengan keselamatan bangunan. Menyusul kebakaran yang terjadi di kantor Terra Drone, Pramono mengungkapkan bahwa pihaknya akan segera menyiapkan peraturan gubernur (Pergub) atau perda untuk menertibkan bangunan yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan dan perizinan.
“Saya sudah meminta untuk disiapkan pergub atau perda,” ujar Pramono di Jakarta Pusat, pekan lalu. Namun, meskipun ada pernyataan tersebut, Kepala Dinas CKTRP DKI Jakarta, Vera Revina Sari, hingga saat ini bungkam tentang langkah-langkah apa yang telah diambil untuk audit gedung pasca insiden tersebut. Semua upaya untuk menghubungi Vera, baik melalui email maupun kunjungan langsung ke kantornya, tidak membuahkan hasil.
Ketika wartawan mencoba menghubungi Satuan Pelayanan CKTRP Kecamatan Pulogadung, salah seorang pegawai mengaku tidak tahu adanya kebijakan terkait audit gedung pasca kebakaran Terra Drone. “Saya sendiri tidak tahu, tapi pimpinan pak Wahyu mungkin sudah tahu. Tahun baru aja datang lagi, karena beliau cuti sampai tahun baru,” ujar Chyntia Permata, pegawai di kantor tersebut, saat ditemui di ruang Kasatpel CKTRP Kecamatan Pulogadung.
Sementara itu, Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Bayu Meghantara, menyatakan bahwa 19 orang berhasil diselamatkan dari kebakaran yang terjadi di lantai dasar kantor Terra Drone. Namun, 22 korban tewas ditemukan di lantai 3 dan 5, diduga karena kelelahan saat berusaha menyelamatkan diri dan terhalang oleh pintu darurat yang berada di lantai atas.
Bayu mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan upaya maksimal untuk menyelamatkan korban dengan menurunkan mereka dari lantai paling atas. Namun, kebakaran yang menghanguskan lantai dasar ini seharusnya menjadi peringatan untuk lebih serius mengawasi dan menegakkan peraturan keselamatan bangunan di Jakarta.
