Jember – Pemerintah Kabupaten Jember bergerak cepat menyikapi antrean dan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dalam beberapa hari terakhir.
Bupati Jember Muhammad Fawait atau yang akrab disapa Gus Fawait kembali turun langsung ke lapangan pada Selasa malam (8/9/2026). Bersama tim, ia memantau kondisi sejumlah SPBU sekaligus memastikan perkembangan distribusi BBM kepada masyarakat.
Dari hasil pemantauan, antrean kendaraan masih terlihat di sejumlah SPBU. Namun, panjang antrean disebut sudah jauh berkurang dibandingkan hari-hari sebelumnya dan kondisi secara perlahan mulai kembali normal.
Sebelumnya, Pemkab Jember juga menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah pihak untuk mencari solusi atas persoalan distribusi BBM tersebut.
Dalam rapat tersebut hadir pihak SBM BBM, SBM LPG, perwakilan Polres Jember, Ketua Hiswana Migas, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Jember.
Gus Fawait mengatakan, berdasarkan hasil koordinasi, pasokan BBM untuk Kabupaten Jember saat ini bukan hanya dinyatakan aman, tetapi justru mendapatkan tambahan pasokan di atas kondisi normal.
“Stok BBM untuk Kabupaten Jember hari ini bukan cuma aman, tetapi justru ditambahi dari kondisi normal. Nah, ditambahi ini harapannya bisa mengurai kemacetan yang ada,” ujar Gus Fawait.
Ia menjelaskan, dalam dua hari terakhir telah terjadi penambahan penyaluran BBM ke Kabupaten Jember sebesar 100.000 liter atau 100 kiloliter (KL). Kemudian, pada hari berikutnya kembali ditambahkan pasokan sebanyak 200.000 liter atau 200 KL.
Dengan demikian, total tambahan pasokan dalam dua hari tersebut mencapai 300.000 liter atau 300 KL.Menurut Gus Fawait, penambahan tersebut mencapai sekitar 35 persen di atas penyaluran normal untuk Kabupaten Jember.
“Penambahannya sudah sangat besar untuk Kabupaten Jember, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir, tidak perlu melakukan panic buying,” tegasnya.
Meski demikian, Gus Fawait memastikan Pemkab Jember tidak akan berhenti melakukan pemantauan. Pemerintah daerah bersama Pertamina, aparat kepolisian, Hiswana Migas dan pihak terkait lainnya akan terus mengawal distribusi BBM agar antrean di SPBU dapat segera terurai.
Selain BBM, Pemkab Jember juga memastikan ketersediaan LPG di wilayah tersebut dalam kondisi aman.Gus Fawait menyebut langkah mitigasi terhadap pasokan LPG bahkan telah dilakukan sejak akhir Agustus. Pemkab Jember mengupayakan tambahan suplai dari wilayah barat, termasuk Tanjung Perak dan Gresik.
“Untuk kondisi stok LPG kita pastikan sangat aman. Kami dari akhir bulan Agustus sudah melakukan penanganan mitigasi dengan mengambil suplai dari arah barat yaitu Tanjung Perak dan wilayah Gresik,” katanya.
Ia memastikan stok LPG di Jember saat ini bahkan berada di atas kebutuhan masyarakat.
“LPG aman dan tetap tenang. Aman emak-emak, aman LPG,” ujar Gus Fawait.
Bupati juga mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang justru berpotensi memperparah antrean maupun kelangkaan.
Ia menegaskan akan terus memantau perkembangan kondisi BBM dan LPG bersama seluruh pihak terkait hingga situasi benar-benar kembali normal.
“Yakinlah bahwa ini tidak akan lama, akan ke normal kembali,” pungkasnya.( ADV )
