Jember – DPRD Kabupaten Jember bersama Pemerintah Kabupaten Jember menyepakati dan menandatangani Kebijakan Umum APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027.
Penandatanganan tersebut dilakukan dalam Sidang Paripurna Kedua DPRD Jember yang digelar Senin (7/9/2026) malam. Kesepakatan KUA-PPAS menjadi salah satu tahapan penting dalam proses penyusunan APBD Kabupaten Jember 2027.
Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, SE., MSc., menyampaikan apresiasinya terhadap pembahasan yang telah dilakukan bersama DPRD. Menurutnya, pandangan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jember dinilai sejalan dengan arah pembangunan yang tengah didorong Pemkab Jember.
“Alhamdulillah penandatanganan KUA PPAS 2027 berjalan cukup bagus. Pandangan Banggar yang disampaikan tadi juga sejalan dengan keinginan kami dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang merata,” ujar Gus Fawait.
Ia berharap setelah KUA-PPAS 2027 disepakati, tahapan pembahasan Perubahan APBD (P-APBD) 2026 maupun penyusunan APBD 2027 dapat berjalan lancar dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
“Dengan sudah ditandatangani KUA PPAS ini, mudah-mudahan ke depan pembahasan P-APBD 2026 dan pembahasan perencanaan APBD 2027 juga berjalan lancar, sesuai dengan perundang-undangan,” harapnya.
Satu Fraksi Tak Teken KUA-PPAS, Gus Fawait Sebut Dinamika Politik
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jember juga menanggapi adanya salah satu fraksi DPRD Jember yang tidak ikut menandatangani dokumen KUA-PPAS 2027.
Gus Fawait menyikapinya sebagai bagian dari dinamika politik dalam lembaga legislatif. Ia menegaskan perbedaan sikap tersebut tidak semestinya menghambat tujuan utama pembangunan Kabupaten Jember.
“Ini hal biasa dan tidak menjadi persoalan dalam dunia politik. Itulah dinamikanya. Yang terpenting adalah tujuan pembangunan dan kemajuan Jember terlaksana untuk kemakmuran masyarakat Jember,” ungkapnya.
Selain membahas KUA-PPAS, Gus Fawait kembali menyoroti persoalan antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Jember.
Ia memastikan cadangan BBM untuk Jember dalam kondisi mencukupi. Pemkab Jember, kata dia, juga telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk menambah pasokan guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Untuk BBM, saat ini Pertamina sudah menambah pasokan dan melebihi kuota kebutuhan di Jember,” jelasnya.
Menurut Gus Fawait, antrean panjang yang terjadi beberapa hari terakhir lebih disebabkan keterlambatan distribusi. Kondisi tersebut terjadi akibat kemacetan di sekitar depo penyuplai BBM di Tanjungwangi, Banyuwangi.
“Kemarin memang ada keterlambatan pengiriman karena kemacetan yang terjadi di sekitar depo penyuplai BBM yang ada di Tanjungwangi Banyuwangi,” katanya.
Bupati optimistis kondisi antrean BBM di sejumlah SPBU Jember dapat segera terurai dalam satu hingga dua hari ke depan.Ia sekaligus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan maupun melakukan penimbunan.
“Yang penting masyarakat tidak perlu panik. Kami menghimbau untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak perlu sampai melakukan penimbunan,” pungkasnya.( ADV).
