Blitar – Sebuah antusiasme yang membara terpancar dari ruang rapat Candi Penataran, Kanigoro, saat Rini Syarifah, Bupati Blitar, memberikan pengarahan terkait rencana tindak lanjut atas rekomendasi DPRD Kabupaten Blitar terhadap LKPJ Bupati Blitar tahun 2023 dan evaluasi pelaksanaan inovasi daerah tahun 2024, Kamis (17/5/2024
“Inovasi adalah kunci untuk meningkatkan kualitas layanan dan daya saing daerah,” ujar Rini Syarifah, memulai pengarahannya. Ia menekankan bahwa inovasi tidak hanya terkait dengan unit pelayanan langsung kepada masyarakat. Tetapi juga dalam mempercepat proses kerja agar lebih efektif, efisien, produktif, dan akuntabel.
Pada tahun 2023, Kabupaten Blitar melaporkan sebanyak 39 inovasi dengan skor minimal 88 poin. Namun, untuk mencapai standar nasional, Kabupaten Blitar harus memperkuat upaya inovasi. Strategi yang ditekankan oleh Bupati adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas inovasi di masing-masing instansi. “Tahun 2024 yang akan dilaporkan dan dinilai adalah inovasi di Tahun 2023 dan 2022. Sehingga harus dipersiapkan dengan baik sebelum masa input yang hanya 2 bulan,” tambahnya.
Salah satu perhatian serius Bupati Blitar adalah mengatasi masalah stunting. Dalam pengarahannya, dia mengungkapkan keprihatinan atas meningkatnya prevalensi stunting dari 14,3% menjadi 20,3% berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia Tahun 2023. “Perlu dilakukan evaluasi akar penyebabnya. Kemudian diidentifikasi di wilayah mana saja balita-balita terindikasi stunting tersebut untuk selanjutnya agar diberikan treatment yang sesuai,” ungkapnya.
Iia juga meminta agar dilakukan evaluasi dan laporan berkala tentang progres penurunan prevalensi stunting.
Dalam upaya menguatkan penanganan stunting, Bupati Blitar menekankan pentingnya sinergi antara Dinas Kesehatan, Dinas PPPAPPKB, dan Bappedalitbang untuk mengoptimalkan konvergensi program intervensi lintas stakeholder.
“Anggaran stunting tersedia cukup besar, baik dari APBN maupun APBD, jadi dapat lebih dioptimalkan,” katanya.
Sebagai penutup, Bupati Blitar mengajak seluruh peserta pengarahan untuk tetap semangat dalam berinovasi dan menangani masalah stunting dengan kerja ikhlas, cepat, dan cerdas demi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Blitar.
Dengan pesan terakhirnya, “Dengan selalu mengucap Bismillahirrohmanirohim, kita kerja ikhlas, kerja cepat dan cerdas demi masyarakat Kabupaten Blitar,” pengarahan Bupati Blitar ditutup dengan harapan akan tercapainya kemajuan yang berarti bagi Kabupaten Blitar.
