Balikpapan – Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Timur telah berhasil memindahkan tiga ekor buaya muara, termasuk buaya yang dikenal sebagai “Riska,” dari penitipan di Lembaga Konservasi Satwa Lestari Jaya, Teritip, Balikpapan, ke Lembaga Konservasi Satwa Gunung Bayan Lestari (SGBL) di Tabang, Kutai Kartanegara.
Bambang Hari Trimarsito, Kepala Seksi Konservasi Wilayah III, menyatakan salah satu buaya dewasa memiliki berat sekitar 650 kilogram dan panjang lebih dari empat meter. Dua buaya lainnya memiliki ukuran jauh lebih kecil, dengan panjang sekitar 2 meter dan berat kurang dari 100 kilogram.
Ketiga buaya ini diangkut menggunakan dua unit kendaraan, di mana Riska diangkut sendirian dalam truk berkapasitas 7 ton, sementara dua buaya lainnya berada di satu mobil pikap. Proses pemindahan dilakukan pada malam Selasa dan tiba di Tabang pada siang Rabu.
“Kondisi mereka stabil, baik selama perjalanan maupun saat dipindahkan. Hanya satu yang kecil agak stres,” ungkap drh. Rayni Septianingsih dari LK Satwa Gunung Bayan Lestari (SGBL), yang bersama drh. Amir Ma’ruf dari BRIN, mendampingi selama perjalanan selama sekitar 12 jam.
Setelah tiba di lokasi baru, buaya-buaya ini langsung diangkat dari truk dan dipindahkan ke kolam yang sudah disiapkan menggunakan derek (crane).
Kepala BKSDA Kaltim, M. Ari Wibawanto, menjelaskan bahwa pemindahan ini dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan buaya-buaya tersebut. Tabang Zoo, tempat baru bagi buaya-buaya ini, memiliki fasilitas yang memadai, termasuk dokter hewan dan penjaga satwa, sehingga memberikan jaminan perawatan yang optimal.
“Tabang Zoo memiliki sarana dan prasarana yang sangat cukup, terutama ada dokter hewan dan puluhan penjaga satwa. Hal ini cukup menjadi jaminan buaya-buaya akan mendapat perhatian yang diperlukan,” pungkasnya.
