Mojokerto– Jalan rabat beton di Dusun Bungkem, Desa Kwedenkembar, Kecamatan Mojoanyar, tampak tak mampu menahan usia meski belum lama selesai dikerjakan. Beberapa bagian permukaannya terlihat mengalami retak-retak dini, memicu keresahan warga yang mempertanyakan kualitas proyek tersebut.
Pantauan tim media pada Selasa (28/10/2025) menunjukkan kondisi retakan yang cukup jelas di sepanjang badan jalan sepanjang 107 meter. Proyek yang menelan anggaran Rp65.433.500,00 dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025 itu kini menuai sorotan dari masyarakat setempat.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kekecewaannya.
“Baru selesai dikerjakan sudah retak. Seharusnya kualitasnya lebih diperhatikan, apalagi ini menggunakan dana desa,” ungkapnya.
Retaknya jalan yang baru dibangun ini memunculkan pertanyaan tentang proses pengerjaan dan pengawasan proyek tersebut. Warga menilai pengerjaan proyek yang menggunakan uang rakyat harus mengedepankan kualitas agar tidak menjadi pemborosan anggaran.

Upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Kwedenkembar telah dilakukan oleh awak media melalui pesan WhatsApp, namun hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban atau keterangan resmi dari pihak desa.
Masyarakat berharap pihak pemerintah desa bersama instansi terkait segera melakukan pengecekan ulang terhadap hasil pekerjaan jalan beton tersebut. Jika memang ditemukan indikasi kekurangan mutu atau kesalahan teknis, warga mendesak agar dilakukan perbaikan secepatnya.
“Kami ingin jalan ini bermanfaat jangka panjang, bukan hanya formalitas pelaksanaan proyek. Ini dari uang rakyat, jangan disia-siakan,” ujar warga lainnya.
Proyek pembangunan infrastruktur desa, terutama jalan rabat beton, menjadi salah satu sarana penting untuk menunjang mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian. Oleh karena itu, kualitas pekerjaan harus menjadi perhatian serius semua pihak agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
