“Apapun yang terjadi, itulah yang terbaik menurut takdir,” ucap Ai Sri Mulyani, lulusan Program Studi Komputerisasi Akuntansi Politeknik Triguna Tasikmalaya, dengan nada penuh keyakinan. Kalimat itu menjadi prinsip hidupnya sejak awal kuliah hingga akhirnya ia berhasil lulus pada angkatan 2025 dengan IPK 2,85 angka yang bagi Ai bukan sekadar nilai, tapi simbol dari ketekunan dan proses panjang yang ia jalani.
Perempuan asal Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, ini menorehkan karya menarik lewat tugas akhirnya. Ia merancang sebuah aplikasi sistem monitoring kolektibilitas kredit untuk UPK DAPM Kecamatan Salawu, sebuah sistem yang bertujuan mempermudah petugas dalam memantau nasabah dan mengefisiensikan proses penagihan kredit. “Supaya nggak ada penumpukan penunggak lagi. Dengan sistem ini, petugas bisa memantau nasabah di luar dan memastikan perputaran dana tetap lancar,” jelas Ai dengan penuh semangat.
Dalam proyeknya, Ai menggunakan Microsoft Csap dengan .NET Framework serta Microsoft Access sebagai basis data. Ia menjelaskan, kombinasi itu dipilih agar sistem bisa dijalankan secara sederhana namun tetap efisien. “Saya pengin sistem ini bisa digunakan langsung tanpa ribet, terutama di tingkat kecamatan,” katanya.
Perjalanan menuju kelulusan bukan tanpa hambatan. Saat menyusun tugas akhir, dosen pembimbingnya sempat sakit, membuat bimbingan tidak berjalan rutin. Namun, Ai memilih untuk tidak berhenti. “Saya maksimalkan waktu dengan bimbingan satu dosen dulu. Begitu bisa lanjut, saya langsung selesaikan. Jadi waktu pengerjaannya tetap efisien,” ungkapnya.
Selama kuliah, Ai mengaku mendapat banyak dukungan, baik dari teman seangkatan maupun dosen. “Lingkungan kampusnya mendukung banget, teman-temannya juga baik. Di tempat magang pun saya dikasih kesempatan dan arahan yang bagus, jadi hasil akhirnya alhamdulillah bisa maksimal,” ujarnya.
Setelah dinyatakan lulus, Ai tak menunggu lama untuk melangkah ke dunia kerja. Dua minggu setelah sidang, ia langsung diterima bekerja di perusahaan kayu sebagai admin. Kini, ia memilih fokus pada kariernya sambil menyimpan keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. “Saya mau fokus kerja dulu, tapi insyaallah nanti lanjut kuliah. Bekerja sambil belajar itu cita-cita saya,” katanya optimis.
Bagi Ai, sukses bukan hanya tentang nilai tinggi, tetapi tentang bagaimana seseorang tetap melangkah meski jalan yang ditempuh tak selalu mudah. Dengan semangat pantang menyerah dan keyakinan bahwa setiap proses punya makna, ia membuktikan bahwa keberhasilan sejati datang dari mereka yang mau terus belajar dan beradaptasi.
