Tasikmalaya – “Belajar bukan hanya untuk diri sendiri, tapi untuk memberi manfaat,” semangat ini tercermin dalam perjalanan Mulki Sulaimaniyah, sosok santri sekaligus mahasiswa yang aktif di berbagai bidang, mulai dari riset hingga pengabdian pendidikan.
Mulki Sulaimaniyah lahir di Garut pada 09 November 2002. Ia merupakan santri di Pesantren Pramuka Khalifa sekaligus mahasiswa Universitas Terbuka (UT) jurusan Manajemen. Dalam perjalanannya, ia dikenal sebagai pribadi yang mampu menyeimbangkan antara pendidikan formal, kegiatan pesantren, serta aktivitas sosial dan akademik.
Selain menempuh pendidikan, Mulki juga aktif menjalankan berbagai tugas di lingkungan pesantren. Ia terlibat sebagai pengajar di Yayasan Asshodiqin Raharja Salamina, di mana ia berkontribusi dalam proses pembelajaran santri. Peran ini menjadi bagian dari pengabdian sekaligus implementasi ilmu yang ia pelajari.
“Saya ingin apa yang saya pelajari bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh orang lain, terutama di lingkungan sekitar,” ujar Mulki pada Rabu (21/4/2026).
Di bidang literasi, Mulki juga dikenal sebagai penulis aktif di website Khalifa. Ia rutin menghasilkan tulisan yang berisi refleksi, edukasi, serta nilai-nilai keislaman. Aktivitas ini menjadi salah satu bentuk kontribusi intelektualnya dalam mengembangkan budaya literasi di pesantren.
Tidak hanya itu, Mulki juga turut membantu kegiatan tahfidz santri. Dengan latar belakang sebagai hafidz 10 juz Al-Qur’an, ia berperan dalam mendampingi santri lain dalam proses menghafal. Peran ini menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan menyebarkan nilai-nilai Al-Qur’an di lingkungan pesantren.
Selain aktivitas tersebut, Mulki juga terlibat dalam kegiatan penelitian mahasiswa Universitas Terbuka. Ia menjadi bagian dari tim yang berhasil lolos pendanaan riset dengan mengangkat isu “Dinamika Live Shopping dan Digital Payment terhadap Impulsive Buying Generasi Z.” Penelitian ini mengkaji pengaruh perkembangan teknologi digital terhadap perilaku konsumsi generasi muda.
Keterlibatannya dalam riset menunjukkan bahwa santri mampu berperan aktif dalam dunia akademik modern. Ia tidak hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga mengembangkan kemampuan analisis dan penelitian yang relevan dengan perkembangan zaman.
Para pembimbing di Pesantren Pramuka Khalifa menilai bahwa sosok Mulki merupakan contoh santri yang produktif dan adaptif. Kombinasi antara pendidikan formal, aktivitas pesantren, serta keterlibatan dalam riset menjadi nilai tambah yang penting.
“Mulki menunjukkan bahwa santri bisa menjadi pribadi yang seimbang antara ilmu agama dan ilmu dunia,” ujar salah satu pembimbing.
Ke depan, Mulki berkomitmen untuk terus mengembangkan diri, baik dalam bidang akademik, literasi, maupun pengabdian. Ia berharap dapat memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat serta menginspirasi generasi muda lainnya.
Dengan berbagai peran yang dijalankan, Mulki Sulaimaniyah menjadi gambaran nyata santri modern yang tidak hanya belajar, tetapi juga berkontribusi aktif dalam pendidikan, literasi, dan penelitian.
