Mojokerto – Aroma menyengat dan serangan lalat yang terus-menerus mengganggu keseharian warga Dusun Kumitir, Desa Kumitir, Kecamatan Jatirejo. Keluhan tersebut mencuat dalam forum serap aspirasi yang digelar pada Rabu (29/10/2025), sebagai bentuk protes warga terhadap dampak lingkungan dari kandang ayam yang beroperasi di wilayah mereka.
Dalam forum tersebut, salah satu warga, Andik Kurniawan, menyuarakan keresahannya di hadapan perwakilan desa dan instansi terkait.
“Saya merasa terganggu dengan bau kandang ayam ini. Kami khawatir bisa menimbulkan penyakit dari bau dan lalat yang datang dari kandang,” ungkap Andik.
Masalah ini dinilai telah berlangsung cukup lama tanpa penanganan yang memuaskan. Warga berharap pemerintah desa dan instansi terkait segera mengambil tindakan tegas agar lingkungan mereka kembali sehat dan nyaman.
Menanggapi aduan tersebut, Kepala Desa Kumitir, Mokhamad Khoirun, menyampaikan bahwa pemerintah desa akan segera menindaklanjuti keluhan warga. Namun ia menyayangkan absennya pemilik kandang ayam dalam forum mediasi tersebut.
“Pemilik kandang tidak dapat hadir dan hanya diwakili pihak perusahaan. Ke depan akan dijadwalkan mediasi lanjutan yang mempertemukan perusahaan dengan masyarakat,” ujar Khoirun.
Acara serap aspirasi ini turut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perwakilan dari Kecamatan Jatirejo, Polsek dan Koramil Jatirejo, Dinas Pertanian, serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mojokerto. Kehadiran lintas sektor ini diharapkan mampu mendorong penanganan masalah secara lebih menyeluruh.
Warga berharap forum ini menjadi titik awal penyelesaian masalah lingkungan yang telah mengganggu kenyamanan mereka. Mereka juga menuntut adanya pengawasan ketat terhadap operasional kandang ayam agar tidak mencemari lingkungan dan menimbulkan dampak kesehatan di masa mendatang.
Dengan rencana mediasi lanjutan yang menghadirkan langsung pihak perusahaan, masyarakat Dusun Kumitir berharap suara mereka didengar dan mendapat solusi konkret agar kualitas hidup mereka tidak terus terganggu.
