Jember – Gelaran Jember Fashion Carnaval (JFC) ke-24 kembali memukau publik dengan panggung megah bertabur bintang. Di balik kemeriahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan bahwa JFC bukan hanya menjadi ajang pertunjukan kelas dunia, tetapi juga motor penggerak ekonomi dan bagian dari strategi pengentasan kemiskinan.
Hal itu disampaikan Bupati Jember, Muhammad Fawait, saat ditemui di area Red Carpet JFC 2026 di Pendopo Wahyawibawagraha, Jum’at malam (24/7/2026).
Menurut Gus Fawait, JFC telah membuktikan diri sebagai “kawah candradimuka” yang melahirkan generasi baru di bidang seni, budaya, dan karnaval. Selain itu, penyelenggaraan JFC setiap tahun juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
“JFC ini selalu berdampak positif secara ekonomi. Hotel-hotel penuh, UMKM juga mendapatkan omzet yang meningkat tajam. Ke depan, kita merancang agar event ini tidak hanya menjadi wadah kreasi, tetapi juga mendorong perputaran keuangan demi tujuan akhir kita, yaitu pengentasan kemiskinan,” ujar Gus Fawait.
Ia menjelaskan, Pemkab Jember terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk kementerian, dalam menangani persoalan kemiskinan secara menyeluruh. Sinergi tersebut diwujudkan melalui berbagai program, mulai dari beasiswa pendidikan, layanan homecare, hingga penguatan sektor ekonomi kreatif.
Gus Fawait menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor agar seluruh program pembangunan berjalan selaras. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), upaya penanganan kemiskinan di Kabupaten Jember menunjukkan tren positif dengan ribuan warga berhasil keluar dari kategori miskin pada tahun sebelumnya.
“Target kita ke depan adalah menekan angka kemiskinan agar berada di bawah angka psikologis 200 ribu jiwa. Sama halnya dengan pendapatan daerah yang berhasil menembus angka Rp1 triliun pada 2025, kami optimistis angka kemiskinan juga bisa terus kita tekan,” tegasnya.
Menanggapi padatnya agenda kegiatan di Kabupaten Jember, Gus Fawait memastikan setiap event telah melalui kajian yang matang sehingga mampu memberikan multiplier effect bagi masyarakat. Strategi tersebut terbukti berdampak positif, di mana pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember pada kuartal pertama menjadi salah satu yang tertinggi di wilayah Sekarkijang.
“Ke depan, Pemkab Jember berkomitmen untuk terus menghadirkan event-event berkualitas yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan warga,” tandasnya.
Sementara itu, Presiden Jember Fashion Carnaval, Iwan Setiawan, menegaskan bahwa JFC merupakan sebuah gerakan (movement) yang menjunjung tinggi nilai inklusivitas dengan memberikan ruang berekspresi bagi siapa saja tanpa memandang latar belakang maupun kondisi fisik.
“Jember Fashion Carnaval di sisi yang lain adalah sebuah movement, sebuah pergerakan yang secara inklusif memberi ruang bagi adik-adik kita. Mereka yang mungkin tinggal di tempat yang jauh, dengan berbagai ragam kondisi, agar bisa memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi bintang,” ungkap Iwan.
Menurutnya, melalui panggung JFC perhatian masyarakat Indonesia hingga dunia internasional berhasil diarahkan ke Kabupaten Jember. Momentum tersebut diharapkan mampu menginspirasi generasi muda daerah untuk berani menunjukkan potensi dan karya terbaiknya.
Ia juga berharap para bintang ternama serta tamu undangan yang hadir dapat ikut memperkenalkan keindahan dan potensi kreatif Kabupaten Jember kepada dunia.
“Harapan kami, ke depan bintang-bintang baru tidak hanya lahir dari kota-kota besar seperti Jakarta, tetapi juga ribuan bintang bersinar dari Kabupaten Jember untuk Indonesia. Welcome to Jember, welcome to JFC, The World Class Fashion Carnival,” pungkasnya.
