Solok – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Solok pada Selasa (25/11/2025) akibat hujan deras berkepanjangan telah menimbulkan dampak serius, terutama di Jorong Muaro Busuak, Nagari Koto Hilalang, Kecamatan Kubung. Jembatan penghubung utama di kawasan ini ambruk diterjang derasnya arus air, menyebabkan sekitar 75 kepala keluarga (KK) terisolasi tanpa akses keluar.
Warga terdampak mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, mulai dari pangan, air bersih, hingga layanan kesehatan. Aktivitas pendidikan pun lumpuh total, membuat anak-anak tidak bisa mengikuti proses belajar di sekolah.
“Kami benar-benar terisolasi. Semua kebutuhan harus dibawa sendiri, sulit untuk keluar dari jorong karena jembatan sudah ambruk. Kami berharap ada bantuan secepatnya,” ungkap Sumarno, salah seorang warga setempat.
Menanggapi kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Solok bersama pemerintah nagari dan kecamatan segera menerjunkan tim ke lokasi. Bantuan logistik mulai disalurkan melalui jalur darurat sementara yang dibuka untuk menjangkau wilayah terisolasi.
“Kami fokus pada evakuasi warga yang paling terdampak dan memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi. Perbaikan permanen jembatan akan dilakukan setelah kondisi aman,” jelas Kepala BPBD Kabupaten Solok.
Selain Muaro Busuak, banjir juga merendam Nagari Sungai Pua dan Jorong Padang Laweh dengan ketinggian air bervariasi antara 50 hingga 80 cm. Gangguan transportasi pun tak terhindarkan, membuat distribusi bantuan dari luar daerah mengalami keterlambatan.
Kondisi diperparah oleh munculnya beberapa titik longsor akibat saturasi air tanah yang tinggi. Warga yang bermukim di tepi sungai dan lereng perbukitan diminta meningkatkan kewaspadaan dan siap mengungsi jika situasi memburuk.
Pemerintah Kabupaten Solok mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas berisiko seperti melintasi sungai atau berkendara di jalur rawan longsor. Koordinasi antara BPBD, aparat nagari, dan relawan terus diperkuat untuk menjaga keselamatan warga.
Warga berharap pemerintah provinsi maupun pusat segera turun tangan, terutama dalam penyediaan bantuan darurat dan percepatan pembangunan jembatan penghubung agar mobilitas dan aktivitas masyarakat kembali normal.
Tim SAR dan relawan saat ini terus bersiaga di lapangan, mengutamakan penanganan bagi warga yang sakit, lansia, dan anak-anak, sembari memantau kondisi cuaca yang masih belum sepenuhnya bersahabat.
