Ambon – Gelombang laut yang tak menentu menjadi ancaman nyata bagi transportasi laut di Maluku. Untuk mengantisipasi risiko tersebut, PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Ambon memperketat pengawasan di seluruh jalur penyeberangan, khususnya rute Hunimua – Waipirit dan Galala – Namlea yang dikenal rawan cuaca ekstrem.
“Kami terus berkoordinasi dengan BMKG dan Syahbandar untuk memastikan bahwa setiap keberangkatan kapal sesuai dengan kondisi cuaca yang aman. Jika ada potensi bahaya, kami akan menunda keberangkatan demi keselamatan,” ujar General Manager ASDP Ambon, Christoper Samosir, Senin (13/5/2025).
Langkah pencegahan itu mencakup pemeriksaan menyeluruh terhadap kelayakan kapal, perlengkapan keselamatan seperti jaket pelampung dan alat komunikasi darurat, hingga pengawasan ketat aktivitas bongkar muat. ASDP juga mengerahkan petugas untuk memastikan tidak ada kapal yang melebihi kapasitas angkutnya.
Samosir menegaskan pentingnya peran serta masyarakat dan operator kapal swasta dalam menjaga keselamatan pelayaran.
“Kami mohon kerja sama dari seluruh masyarakat dan pengguna jasa penyeberangan. Keselamatan adalah prioritas utama, bukan sekadar tiba cepat,” tambahnya.
Imbauan larangan berlayar saat kondisi laut tidak memungkinkan telah disosialisasikan secara masif melalui pelabuhan, media sosial, dan siaran radio lokal. Tujuannya agar seluruh pihak menyadari bahaya memaksakan pelayaran di tengah cuaca ekstrem.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan tambahan, ASDP Ambon juga mengaktifkan pemantauan real-time terhadap kondisi cuaca dan arus penumpang. Ini memungkinkan pengambilan keputusan cepat bila perlu dilakukan penundaan atau pembatalan pelayaran.
Selain itu, latihan evakuasi darurat rutin digelar bersama tim SAR dan BPBD guna memastikan semua petugas memahami prosedur keselamatan ketika menghadapi situasi kritis di laut.
Dengan koordinasi lintas sektor dan penerapan protokol keselamatan yang ketat, ASDP Cabang Ambon berharap arus transportasi laut tetap aman dan terkendali di tengah cuaca ekstrem yang melanda kawasan timur Indonesia.
