Kutim – SMPN 1 Sangatta Utara, dengan lokasinya yang sangat strategis di pusat kota, telah menjadi pilihan favorit bagi banyak orang tua. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur, Mulyono, mengakui kepopuleran sekolah ini dan menyoroti tantangan kapasitas yang dihadapi.
Dalam wawancara usai menghadiri Pesta Karya IX di SMPN 1 Sangatta Utara, Mulyono menjelaskan bahwa sekolah ini sudah kelebihan kapasitas dari awal, sehingga opsi untuk membagi sekolah menjadi dua perlu dipertimbangkan.
“Sekolah ini sudah kelebihan kapasitas dari awal, sehingga kita perlu mempertimbangkan opsi untuk membagi sekolah menjadi dua sekolah jika diperlukan. Hal ini harus memenuhi mekanisme yang ada, tentunya agar anak-anak kita tetap dapat belajar dengan layak,” ungkap Mulyono.
Sebagai langkah konkret, Mulyono merinci rencana pembangunan sekolah baru pada tahun depan, yang akan direalisasikan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2024.
“Tahun depan akan kita bangun di APBD murni tahun 2024,” sebutnya.
Untuk memastikan transparansi dan standar dalam pekerjaan fisik dan pengadaan, Mulyono menegaskan bahwa Kutai Timur telah mengadopsi penggunaan e-catalog. Sistem ini tidak hanya memastikan proses yang lebih aman tetapi juga memastikan standar dalam pekerjaan fisik dan pengadaan untuk proyek-proyek pembangunan di daerah tersebut.
“Di Kutim, pekerjaan fisik maupun pengadaan semuanya pakai e-catalog, lebih aman dan standar,” tandasnya.
Rencana pembangunan sekolah baru dan penerapan teknologi e-catalog adalah langkah-langkah positif yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dan memastikan bahwa anak-anak di wilayah tersebut dapat mendapatkan pendidikan yang berkualitas.
