Kutim – Pesta Karya IX yang digelar oleh SMPN 1 Sangatta Utara sukses besar, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur, Mulyono, mengumumkan bahwa program inovatif ini akan diadopsi ke tingkat kabupaten pada tahun mendatang.
Pesta Karya, sebagai bagian dari Kurikulum Merdeka, memberikan siswa ruang yang lebih besar untuk mengembangkan beragam potensi dalam seni, olahraga, dan bidang lainnya. Program ini menjadi wadah bagi siswa untuk mengeksplorasi kreativitas mereka dalam berbagai bentuk, termasuk seni, kerajinan, dan keterampilan memasak.
“Pesta Karya ini adalah ajang untuk membuka semua ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi potensi kreatif mereka dalam berbagai bentuk, termasuk seni, kerajinan, dan bahkan kemampuan dalam memasak makanan,” kata Mulyono.
Mulyono menekankan bahwa melibatkan siswa dalam Pesta Karya adalah cara yang efektif untuk menunjukkan kepada masyarakat dan pihak berwenang bahwa siswa memiliki potensi besar yang perlu diakui dan dikembangkan. Program ini juga bertujuan untuk memamerkan prestasi siswa dalam berbagai kompetisi dan pameran karya mereka.
Untuk menerapkan program Pesta Karya ke tingkat kabupaten, Mulyono meminta kepala sekolah, terutama Kepala SMPN 1 Sangatta Utara yang juga menjabat sebagai Ketua MKKS SMP/MTs Negeri se-Kabupaten Kutai Timur, Yeti Arika Devisiana, untuk menyusun programnya dengan matang. Ini bertujuan untuk memastikan tidak mengganggu waktu pembelajaran dan untuk mendapatkan dukungan serta pengaturan yang tepat.
Langkah ini diharapkan akan membantu siswa di Kutai Timur untuk terus berkembang dan mengekspresikan potensi mereka. Lebih dari itu, program ini dianggap sebagai langkah positif dalam mendukung Kurikulum Merdeka dan memajukan pendidikan di Kutai Timur, meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap keragaman bakat dan prestasi siswa di berbagai aspek.
