“Ternyata kegiatan di sekolah ini bisa dikatakan lebih duluan melaksanakan Kurikulum Merdeka, sebelum adanya Kurikulum Merdeka,” puji Mulyono saat memberi sambutan, Sabtu (4/11/2023).
“Sekolah ini sudah kelebihan kapasitas dari awal, sehingga kita perlu mempertimbangkan opsi untuk membagi sekolah menjadi dua sekolah jika diperlukan. Hal ini harus memenuhi mekanisme yang ada, tentunya agar anak-anak kita tetap dapat belajar dengan layak,” ungkap Mulyono saat wawancara usai menghadiri Pesta Karya IX di SMPN 1 Sangatta Utara, Senin (30/10/2023).
Kutim – Pesta Karya IX yang digelar oleh SMPN 1 Sangatta Utara sukses besar, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur, Mulyono, mengumumkan…