Buton Selatan – Nelayan di Desa Bahari 2 Kecamatan Sampowala Kabupaten Buton Selatan masih setia dengan kapal kayu. Kapal-kapal ini berbahan dasar kayu wola dan kayu jati. Kapal kayu menjadi pilihan yang sulit dipisahkan dari nelayan.
“Perahu disini sangat kuat, ada berusia 30 tahun dan masih beroperasi, tergantung perawatannya,” ungkap Lajimi pemilik kapal kayu di galangan kapal Desa Bahari 2, Rabu (25/1/2022).
Menurutnya, kapal kayu lebih tahan terhadap gelombang. Selain itu material kayu juga kuat. Jarak yang bisa ditempuh bisa melebihi 100 mil dari daratan. Sedangkan Kapal fiber maksimal 30 mil, karena tidak tahan gelombang.
“Dari pada kapal fiber kami memilih bahan kayu. Kalau fiber ringan, jadi diterjang gelombang dia akan goyang,” ujarnya.
Selaian itu, menurutnya kapal kayu yang dilapisi fiber akan mudah lapuk dan penggunaan lapisan resin fiberglass sebenarnya tidak merekat kuat ke permukaan kayu sehingga untuk penempelannya dibantu dengan paku yang mana menyebabkan kapal jadi berat. Akibatnya, bahan bakar jadi lebih boros.
Absorbsi kayu yang terendam dalam air juga mempengaruhi berat kapal kayu yang selanjutnya akan mengurangi laju kapal ketika bergerak. Efek lain dari terendamnya kapal kayu jadi lebih cepat melapuk dan umur kapal kayu jadi semakin pendek.
“Air laut dapat masuk di sela-sela kayu dan fiber. Ini akan terjadi pelapukan pada kapal kayu, ” terangnya.
Dalam proses penempelan lapisan resin fiberglass direkatkan dengan paku ukuran 1 cm pada setiap jarak 20-30 cm. Tujuannya dari pemakuan ini adalah untuk memperkuat lapisan fiberglass pada lambung kapal sehingga tidak ada kemungkinan lapisan fiberglass terlepas dari lambung kapal kayu.
Oleh karena Lapisan resin fibergalss tidak merekat kuat maka dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama bisa terjadi delaminasi atau pemisahan lapisan dimana air laut bisa masuk di sela-sela yang pada akhirnya kayu kapal bisa keropos lebih cepat.
Kayu dengan kadar air yang tinggi mengakibatkan kerusakan serat dan tidak menempelnya resin pada serat dan kayu secara sempurna.Pelapisan resin fibergalss juga harus tebal, dibutuhkan 6 sd 8 lapis, bila dihitung hitung jatuhnya juga mahal.
Penggunaan ini membutuhkan lapisan lebih banyak dan merogok isi kantong lebih banyak.Lapisan resin fibergalss juga bersifat kaku kurang elastis atau kurang flexible sehingga gampang pecah atau cracking bila terkena benturan.
Apabila pecah maka lapisan resin fiberglass harus diganti, hal ini mengakibatkan kayu terendam lebih cepat melapuk.Selain itu, ketika ada kebocoran ditengah laut kapal fiber langsung tenggelam. Berbeda dengan kapal kayu yang masih bisa mengambang.
“Kalau kapal fiber bocor, ya tenggelam,” terangnya.
