Surabaya – Komitmen menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan di Kota Pahlawan mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menilai pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di Surabaya berjalan dengan baik berkat keterlibatan pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat. Penilaian tersebut disampaikan setelah jajaran Kemendagri melihat langsung kegiatan kebersihan dan penataan lingkungan di kawasan Pantai Kenjeran.
Apresiasi itu disampaikan Pengawas Penyelenggara Urusan Pemerintahan Daerah Ahli Utama (Wastama) Kemendagri, Bachril Bakri, ketika melakukan pemantauan dan evaluasi Gerakan Indonesia ASRI di Taman Suroboyo, Kenjeran, Kamis (29/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Kader Surabaya Hebat (KSH), Pangeran Lingkungan dari jenjang SD dan SMP, serta mahasiswa melaksanakan aksi gotong royong berupa penanaman pohon dan pembersihan kawasan Pantai Kenjeran.
Kegiatan tersebut menjadi gambaran keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam mendukung program penataan lingkungan. Tidak hanya jajaran aparatur pemerintah, generasi muda juga dilibatkan secara langsung untuk menumbuhkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sejak dini.
Dalam keterangannya, Bachril Bakri menyebut hasil pemantauan dan laporan yang diterima pemerintah pusat menunjukkan bahwa Surabaya memiliki komitmen kuat dalam menjalankan program prioritas nasional tersebut. Menurutnya, pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI di Kota Pahlawan telah menunjukkan perkembangan positif melalui kegiatan yang dilakukan secara konsisten.
“Kami hadir untuk memonitoring dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan ASRI di Surabaya. Hasil gambaran dan pelaporan menunjukkan ASRI di Kota Surabaya berjalan sangat baik dan bagus,” ujar Bachril.
Ia menjelaskan, Gerakan Indonesia ASRI merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) pada 2 Februari 2026. Arahan tersebut kemudian diperkuat melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri tertanggal 18 Februari 2026 yang ditujukan kepada seluruh kepala daerah.
Gerakan ini mengedepankan tindakan konkret dalam menciptakan lingkungan yang bersih, aman, sehat, dan tertata. Sejumlah kegiatan yang menjadi perhatian meliputi pembersihan ruang publik, penghijauan, penataan kawasan lingkungan, penertiban alat peraga seperti baliho liar, serta peningkatan kualitas pelayanan publik agar lebih tertib dan nyaman.
Bachril juga memberikan perhatian terhadap kebijakan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang menggerakkan kegiatan ASRI secara rutin hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. Melalui instruksi tersebut, aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, pihak swasta, dan masyarakat diajak berpartisipasi dalam kegiatan kebersihan lingkungan setiap Selasa dan Jumat.
“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan Kota Surabaya karena Gerakan ASRI dilakukan secara konsisten untuk mewujudkan lingkungan bersih dan nyaman,” terangnya.
Menurutnya, konsistensi pelaksanaan menjadi salah satu unsur penting agar gerakan kebersihan tidak hanya berlangsung ketika ada kegiatan tertentu. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat juga diperlukan untuk membangun kepedulian bersama terhadap lingkungan di kawasan permukiman maupun ruang publik.
Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Anna Fajriatin, menyampaikan bahwa kegiatan kerja bakti dan penataan lingkungan sebenarnya telah menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Surabaya.
Anna menjelaskan, Pemkot Surabaya telah menjalankan kegiatan kebersihan secara rutin setiap Selasa dan Jumat. Pelaksanaannya mencakup pembersihan lingkungan perkantoran pemerintah hingga kawasan permukiman dan fasilitas umum di sekitarnya.
“Gerakan ASRI di Surabaya sudah kami lakukan secara rutin setiap Selasa dan Jumat, mulai dari pembersihan area kantor hingga wilayah sekitarnya. Hari ini menjadi bukti kuatnya sinergi Pemkot Surabaya dengan seluruh partisipasi masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keberhasilan menjaga lingkungan membutuhkan dukungan masyarakat secara berkelanjutan. Karena itu, Pemkot Surabaya terus mendorong keterlibatan berbagai kelompok, termasuk pelajar yang memiliki peran penting dalam membangun budaya peduli lingkungan.
Salah satu bentuk pelibatan generasi muda diwujudkan melalui program Pangeran Lingkungan untuk siswa tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Para peserta tidak hanya diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga didorong memiliki proyek lingkungan yang dapat diterapkan di sekolah maupun wilayah tempat tinggal masing-masing.
Melalui proyek tersebut, para pelajar diharapkan mampu menyebarkan pengetahuan dan kebiasaan positif kepada teman sebaya serta masyarakat sekitar. Edukasi yang dilakukan secara langsung dinilai dapat membantu menanamkan kepedulian terhadap kebersihan, penghijauan, dan pengelolaan lingkungan sejak usia sekolah.
Anna juga menyampaikan bahwa Pemkot Surabaya terbuka terhadap berbagai masukan dan arahan dari Kemendagri untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program tersebut.
“Tentunya kami (Pemkot Surabaya) menyambut terbuka seluruh arahan Kemendagri agar pelaksanaan ASRI di Surabaya terus meningkat kualitasnya ke depan,” pungkasnya.
Kegiatan peninjauan di Taman Suroboyo tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan perkotaan. Penanaman pohon dan pembersihan kawasan pesisir menjadi contoh aksi nyata yang dapat dilakukan bersama untuk menciptakan ruang publik yang lebih nyaman.
Melalui Gerakan Indonesia ASRI, Pemkot Surabaya diharapkan terus memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian lingkungan. Apresiasi Kemendagri menjadi dorongan untuk menjaga konsistensi program, sehingga lingkungan yang aman, sehat, bersih, dan indah tidak hanya menjadi slogan, tetapi terwujud dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kota Pahlawan.
