Jember – Babak baru pembangunan Kabupaten Jember dimulai. Pemerintah Kabupaten Jember bersama DPRD resmi menyepakati Perubahan APBD (P-APBD) Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Jember, Senin (14/9/2026).
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan persetujuan bersama antara eksekutif dan legislatif.
Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan, setelah anggaran perubahan disepakati, pemerintah daerah harus segera bergerak mempercepat program-program yang telah direncanakan.
“Alhamdulillah hari ini eksekutif dan legislatif sama-sama menandatangani persetujuan P-APBD tahun 2026,” kata Gus Fawait.
Salah satu sektor yang mendapat perhatian besar adalah pendidikan. Gus Fawait mengungkapkan, sebanyak 258 sekolah di Jember masuk program revitalisasi pada 2026.Dari jumlah tersebut, 134 merupakan sekolah swasta dan 120 sekolah negeri.
Menurut Gus Fawait, masuknya program revitalisasi sekolah tersebut menjadi bukti sinergi antara Pemkab Jember dengan pemerintah pusat. Ia memastikan program tersebut harus dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Jember.
“Inilah bentuk keadilan menurut saya, dan ini bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Jember untuk bersinergi dengan pemerintah pusat,” ujarnya.
Tak hanya mengejar pembangunan fisik, Pemkab Jember juga menempatkan pelayanan dasar dan pengentasan kemiskinan sebagai prioritas.
Gus Fawait meminta seluruh OPD tidak hanya bekerja dari balik meja. Mereka harus turun langsung melihat kondisi masyarakat dan menemukan persoalan yang membutuhkan penanganan.
“Jadi mereka setiap hari Jumat turun, sehingga mereka tahu apa kendala yang ada di bawah dan apa yang harus diperbaiki,” tegasnya.
Langkah tersebut diharapkan membuat kebijakan pemerintah lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Sementara itu, Gus Fawait menargetkan realisasi belanja daerah hingga akhir tahun berada di kisaran 90-95 persen.Ia juga menegaskan bahwa SILPA tidak selalu menjadi indikator buruk dalam pengelolaan anggaran. Jika sisa anggaran tersebut berasal dari efisiensi, justru dinilai sebagai hal positif.
“Kalau hasil efisiensi, bagus. Jadi tidak selamanya SILPA itu jelek,” katanya.
Dengan P-APBD 2026 yang telah disepakati, Gus Fawait menegaskan pemerintah daerah kini harus fokus pada tahap pelaksanaan.
Ia ingin setiap rupiah anggaran yang telah disepakati memberikan dampak nyata terhadap masyarakat, terutama dalam menekan kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Bagi Gus Fawait, keberhasilan pembangunan Jember nantinya bukan diukur dari banyaknya program yang direncanakan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Jember Baru Jember Maju tidak hanya jadi slogan, tapi pembuktian,” pungkasnya.( ADV )
