Sungai Penuh – “Toga boleh dilepas, tetapi tanggung jawab baru justru dimulai.” Suasana penuh haru dan kebahagiaan menyelimuti prosesi Wisuda Sarjana ke-X dan Wisuda Diploma ke-XXIII Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Nusantara Sakti (STIA-NUSA) Sungai Penuh yang mengukuhkan sebanyak 167 lulusan, Sabtu (29/8/2026).
Sebanyak 167 mahasiswa tersebut dinyatakan telah menuntaskan pendidikan pada dua jenjang yang tersedia di perguruan tinggi tersebut. Dari jumlah itu, 151 orang merupakan lulusan Program Studi Ilmu Administrasi Negara jenjang Strata Satu (S-1), sedangkan 16 orang lainnya berasal dari Program Studi Administrasi Perkantoran jenjang Diploma Tiga (D-3). Prosesi pengukuhan menjadi penanda berakhirnya masa studi sekaligus awal bagi para lulusan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama berada di bangku kuliah.
Ketua STIA-NUSA Sungai Penuh, H. Mhd. Ikhsan, S.E., M.M., memimpin langsung jalannya prosesi pengukuhan. Satu demi satu wisudawan menerima pengakuan akademik atas keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikan sesuai program studi masing-masing.
Momen tersebut tidak hanya memiliki arti penting bagi para lulusan, tetapi juga bagi keluarga yang hadir mendampingi. Kebanggaan tampak menyertai prosesi wisuda karena keberhasilan meraih gelar akademik merupakan hasil dari perjalanan panjang yang tidak terlepas dari dukungan, doa, pengorbanan, serta pendampingan orang tua dan keluarga.
Sejumlah unsur pemerintahan daerah turut menghadiri kegiatan tersebut. Bupati Kerinci Monadi, Ketua DPRD Kota Sungai Penuh Hutri Randa, serta Asisten I Pemerintah Kota Sungai Penuh terlihat hadir dalam prosesi wisuda. Kehadiran para pejabat daerah tersebut mencerminkan dukungan terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan pembangunan sumber daya manusia di wilayah Kerinci serta Kota Sungai Penuh.
Bagi daerah, keberadaan perguruan tinggi seperti STIA-NUSA Sungai Penuh memiliki peran penting dalam melahirkan tenaga terdidik yang diharapkan mampu mengisi berbagai sektor pembangunan. Para lulusan administrasi negara maupun administrasi perkantoran memiliki peluang untuk mengembangkan karier pada instansi pemerintahan, perusahaan swasta, dunia usaha, organisasi sosial, hingga berbagai bidang yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat.
Namun, kelulusan dari perguruan tinggi tidak serta-merta membuat perjalanan menjadi lebih mudah. Selepas wisuda, para lulusan akan memasuki lingkungan yang menuntut kompetensi lebih luas. Dunia kerja saat ini tidak hanya melihat ijazah dan gelar akademik, tetapi juga memperhitungkan keterampilan, etos kerja, kemampuan berkomunikasi, integritas, kreativitas, serta kecakapan beradaptasi dengan perubahan.
Perkembangan teknologi yang berlangsung cepat juga menghadirkan tantangan tersendiri. Sistem administrasi di pemerintahan maupun sektor swasta terus bertransformasi menuju pemanfaatan teknologi digital. Kondisi itu menuntut lulusan untuk tetap belajar, memperbarui kemampuan, serta memahami berbagai perangkat dan sistem kerja yang terus berkembang.
Lulusan bidang administrasi negara, misalnya, dihadapkan pada kebutuhan pelayanan publik yang semakin menuntut kecepatan, transparansi dan akuntabilitas. Sementara lulusan administrasi perkantoran juga harus mampu mengikuti perubahan pola kerja modern yang semakin bergantung pada pengelolaan data, komunikasi digital dan sistem administrasi berbasis teknologi.
Karena itu, kualitas alumni STIA-NUSA Sungai Penuh nantinya tidak hanya dilihat dari capaian akademik selama kuliah. Ukuran keberhasilan juga akan ditentukan oleh kemampuan para lulusan menerjemahkan ilmu menjadi pekerjaan yang produktif serta memberikan kontribusi kepada lingkungan tempat mereka berada.
Penambahan 167 lulusan pada Sabtu (29/8/2026) sekaligus memperbesar jumlah sumber daya manusia terdidik yang diharapkan dapat berperan dalam pembangunan Kerinci, Kota Sungai Penuh maupun daerah lainnya. Mereka membawa bekal akademik, tetapi pada saat yang sama juga memikul tanggung jawab untuk menjaga profesionalisme dan nama baik almamater.
Wisuda pada akhirnya bukan garis akhir perjalanan pendidikan. Bagi para lulusan STIA-NUSA Sungai Penuh, momen tersebut menjadi gerbang menuju tantangan yang lebih nyata, mulai dari memasuki dunia kerja, mengembangkan usaha, melanjutkan pendidikan hingga mengambil peran dalam pelayanan masyarakat.
Dengan dikukuhkannya 167 lulusan tahun ini, STIA-NUSA Sungai Penuh kembali menegaskan kontribusinya dalam menyiapkan sumber daya manusia di bidang administrasi. Kini, para lulusan dituntut membuktikan bahwa gelar akademik yang disandang mampu diwujudkan melalui kerja, integritas dan manfaat nyata bagi masyarakat.
