Jombang – “Berkah dari jalanan” ikut mengiringi pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jombang. Di saat perhatian publik tertuju pada dinamika dan keputusan penting forum organisasi tersebut, para pengemudi ojek online maupun offline justru menikmati lonjakan penumpang dari ribuan peserta dan tamu yang memadati Kota Santri.
Meningkatnya mobilitas peserta selama Muktamar NU ke-35 membuat jasa transportasi roda dua menjadi salah satu pilihan untuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Para pengemudi melayani perjalanan menuju kawasan pesantren, tempat menginap, titik kegiatan, hingga sejumlah wilayah lain di sekitar Kabupaten Jombang. Kondisi tersebut membuat order yang mereka terima meningkat dibandingkan hari-hari biasa.
Salah seorang pengemudi ojek, Dedi Arianto, mengaku merasakan langsung ramainya permintaan jasa antar-jemput sejak tamu muktamar mulai berdatangan ke Jombang. Ia ditemui ketika mangkal di pinggir Jalan Raya Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Sabtu (29/8/2026).
“Alhamdulillah, selama Muktamar ini banyak teman-teman yang melayani tamu. Ada yang cerita sehari bisa sampai sekitar 700 perjalanan,” ungkap Dedi kepada media ini.
Tingginya aktivitas tersebut menggambarkan besarnya kebutuhan transportasi selama agenda muktamar berlangsung. Pengemudi ojek menjadi salah satu penopang mobilitas tamu, terutama ketika mereka membutuhkan kendaraan yang praktis untuk menjangkau lokasi-lokasi kegiatan maupun kawasan penginapan.
Meski permintaan meningkat, Dedi menyebut para pengemudi tidak menerapkan tarif khusus kepada peserta atau tamu muktamar. Besaran ongkos umumnya menyesuaikan jarak perjalanan serta kesepakatan antara pengemudi dan penumpang.
Untuk perjalanan dengan jarak cukup jauh, menurut dia, ada penumpang yang memberikan ongkos hingga sekitar Rp100 ribu. Jumlah tersebut menjadi tambahan pemasukan yang cukup berarti bagi pengemudi, terlebih ketika dalam sehari mereka bisa mendapatkan pesanan berkali-kali.
“Kalau hari biasa biasanya tidak sampai segitu. Alhamdulillah, kami senang. Muktamar ini membawa berkah,” kata Dedi dengan senyum sumringah.
Geliat ekonomi itu juga dirasakan komunitas pengemudi yang sehari-hari mangkal di sekitar kawasan Tambakberas. Jumlah pengemudi di kawasan tersebut disebut mencapai lebih dari 100 orang. Selama muktamar, mereka bergantian mengantar para tamu ke berbagai tujuan.
Kehadiran ribuan peserta dan tamu dari berbagai daerah pada akhirnya tidak hanya memberikan dampak kepada penyelenggara maupun lingkungan pesantren. Perputaran orang dalam jumlah besar turut menggerakkan usaha masyarakat, termasuk sektor transportasi informal yang menjadi sumber penghasilan warga.
Bagi para pengemudi ojek, momentum tersebut menjadi kesempatan meningkatkan pendapatan sekaligus memenuhi kebutuhan keluarga. Ramainya pesanan membuat waktu mereka lebih banyak dihabiskan di jalan, bolak-balik mengantar penumpang dari satu titik menuju titik lainnya.
Cerita para pengemudi ini menjadi sisi lain dari Muktamar NU ke-35 di Jombang. Di tengah pembahasan mengenai arah perjalanan organisasi dan berbagai dinamika forum, masyarakat kecil di sekitar lokasi kegiatan ikut merasakan dampak ekonomi dari kedatangan para peserta.
Muktamar NU ke-35 pun bukan hanya meninggalkan cerita dari ruang-ruang persidangan. Di jalanan Jombang, roda sepeda motor para pengemudi ojek terus berputar, membawa para tamu sekaligus menghadirkan tambahan rezeki bagi keluarga mereka.
