Surabaya – “Media yang baik tidak cukup hanya hadir, tetapi juga harus profesional.” Pesan itu mengemuka saat Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Jawa Timur, Syaiful Anam, memaparkan sejumlah ciri media pers berkualitas dalam peringatan HUT ke-10 Kilasjatim.com di Aula Graha PWI Jawa Timur, Jalan Taman Apsari Nomor 15-17, Surabaya, Rabu (12/8/2026). Di momentum satu dekade tersebut, ia menegaskan bahwa kualitas sebuah media bertumpu pada dua pilar, yakni profesionalitas perusahaan pers dan mutu konten jurnalistik.
Syaiful Anam menjelaskan, kedua unsur itu harus berjalan beriringan agar sebuah media layak disebut sebagai perusahaan pers yang baik. Dari sisi kelembagaan, perusahaan pers dituntut memiliki tata kelola yang jelas, memberikan manfaat bagi orang lain, membuka lapangan kerja bagi karyawan maupun wartawan, serta memperhatikan kesejahteraan mereka berdasarkan kesepakatan yang disusun secara profesional. Sementara dari sisi produk jurnalistik, media harus memegang teguh kaidah jurnalistik serta konsisten menghasilkan berita yang berkualitas.
“Kalau dua unsur itu baik, maka media pers disebut kategori baik. Ada beberapa ciri-ciri kedua unsur itu disebut baik,” ujar Syaiful Anam.
Menurut Ketua JMSI Jatim tersebut, bentuk kesejahteraan di perusahaan pers dapat diterapkan melalui berbagai pola manajemen. Perusahaan, misalnya, dapat menyepakati sistem pemberian bonus kepada pekerja berdasarkan capaian iklan maupun advertorial. Namun, seluruh mekanisme itu perlu dituangkan dalam aturan internal yang jelas dan disepakati bersama agar hubungan kerja berlangsung secara profesional serta sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia menerangkan, perusahaan pers yang sehat secara kelembagaan setidaknya memiliki peraturan perusahaan, alamat kantor yang jelas, dan struktur organisasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Kepemimpinan di dalam perusahaan pers juga semestinya diisi oleh sosok yang memahami kerja jurnalistik dan memiliki pengalaman memadai.

“Untuk perusahaan pers, struktur organisasi pimpinan dilakukan oleh profesional, yakni wartawan dengan kompetensi utama, yang biasanya wartawan senior dan berpengalaman. Kalau portofolionya ditandai dengan sertifikat UKW utama,” paparnya.
Syaiful Anam yang juga menjabat Sekretaris PWI Jawa Timur kemudian menyoroti kualitas isi pemberitaan. Menurut dia, perusahaan pers tidak akan cukup disebut baik hanya karena memiliki manajemen dan struktur organisasi yang lengkap. Produk jurnalistik yang diterbitkan juga harus memenuhi standar profesi, mulai dari akurasi informasi, keberimbangan pemberitaan, hingga kepatuhan pada etika jurnalistik.
“Beritanya akurat, berimbang, tidak bohong, fitnah, sadis, dan cabul,” ujarnya.
Selain menjaga standar isi, ia menilai media pers perlu aktif memperbarui pemberitaan setiap hari. Produksi berita, kata dia, sebaiknya lebih banyak berasal dari hasil kerja jurnalistik wartawan sendiri di lapangan, bukan semata-mata mengandalkan siaran pers. Ia juga menekankan pentingnya menghindari praktik menyalin berita dari media lain karena hal tersebut tidak mencerminkan proses jurnalistik yang mandiri.
Dalam penilaiannya, berbagai indikator perusahaan pers dan produk jurnalistik yang baik tersebut telah dijalankan Kilasjatim.com selama sepuluh tahun perjalanannya. Karena itu, Syaiful Anam menempatkan media tersebut sebagai salah satu media yang telah memenuhi ciri-ciri media pers berkualitas.
“Semua ciri-ciri di atas sudah ada dan sudah dilakukan oleh media kilasjatim.com. Karena itu, media kilasjatim.com termasuk media dengan kategori baik,” tegasnya.
Syaiful Anam turut mengingatkan bahwa pemenuhan kriteria sebagai media pers yang baik tidak selalu berarti sebuah perusahaan pers telah otomatis terverifikasi Dewan Pers. Menurutnya, terdapat kemungkinan perusahaan belum mengajukan proses verifikasi atau memiliki alasan lain sehingga status verifikasi belum diperoleh.
“Media yang terverifikasi Dewan Pers telah memenuhi syarat sebagai media yang baik menurut kriteria Dewan Pers,” jelasnya.
Atas dasar itu, ia mendorong perusahaan pers yang belum terverifikasi untuk segera mengikuti proses pendaftaran dan memenuhi ketentuan yang ditetapkan Dewan Pers. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap keberadaan media.
Momentum HUT ke-10 Kilasjatim.com juga dimanfaatkan Syaiful Anam untuk menyampaikan apresiasi atas perjalanan media tersebut. Ia berharap usia satu dekade menjadi pijakan untuk semakin meningkatkan profesionalitas perusahaan sekaligus menjaga kualitas karya jurnalistik di tengah perkembangan industri media digital yang semakin dinamis.

“Selamat dan sukses HUT ke-10 media kilasjatim.com. Semoga tetap eksis menjadi media pers dengan kategori baik dan semakin baik ke depannya,” pungkasnya.
Secara terpisah, Tama, wartawati Kilasjatim.com Biro Sidoarjo, menyampaikan terima kasih atas kehadiran, dukungan, doa, serta kiriman karangan bunga dari sejumlah organisasi perangkat daerah di Sidoarjo yang turut mendukung kesuksesan peringatan satu dekade Kilasjatim.com.
Peringatan HUT ke-10 tersebut pada akhirnya bukan hanya menjadi perayaan perjalanan sebuah media, tetapi juga menjadi ruang refleksi tentang pentingnya menjaga profesionalitas perusahaan dan kualitas jurnalistik. Pesan Ketua JMSI Jatim menegaskan bahwa keberlanjutan media pers sangat bergantung pada tata kelola yang sehat, kesejahteraan pekerja, kompetensi pengelola, serta konsistensi menghadirkan berita yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab kepada publik.
