Mahulu – Surutnya Sungai Mahakam akibat musim kemarau seolah kembali membuka “luka lama” masyarakat di wilayah perbatasan Mahakam Ulu (Mahulu). Ketergantungan terhadap transportasi sungai membuat distribusi kebutuhan pokok hingga bahan bakar minyak tersendat, terutama menuju Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari. Kondisi tersebut mendorong anggota DPRD Mahulu dari Daerah Pemilihan (Dapil) III menemui Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji untuk meminta perhatian dan langkah konkret pemerintah provinsi.
Ketua DPRD Mahulu Devung Paran mengatakan pertemuan dengan Wakil Gubernur Kaltim merupakan bagian dari upaya DPRD memperjuangkan kepentingan masyarakat yang terdampak kemarau. Dalam beberapa waktu terakhir, debit Sungai Mahakam mengalami penurunan sehingga mobilitas angkutan barang dari wilayah hilir menuju kawasan hulu semakin terbatas. Dampaknya bukan hanya kelangkaan sejumlah kebutuhan masyarakat, tetapi juga kenaikan harga akibat distribusi yang lebih sulit dan biaya angkut yang semakin tinggi.
“Bahwa perwakilan Dapil 3 anggota DPRD Mahulu mengunjungi Wakil Gubernur Kaltim, kami menyampaikan situasi dan kondisi di Mahulu dimana terjadi kemarau yang mengakibatkan kelangkaan bahan pangan, BBM dan mahalnya harga kebutuhan masyarakat di Mahulu,” ujar Devung Paran, Senin (10/8/2026).
Devung menilai persoalan tersebut perlu segera diketahui Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur agar penanganannya dapat dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Mahulu. Menurutnya, warga Long Pahangai dan Long Apari menjadi kelompok yang paling merasakan dampak keterbatasan transportasi karena sebagian besar pasokan kebutuhan sehari-hari hingga kini masih bergantung pada Sungai Mahakam.
Hasil pertemuan tersebut membawa sejumlah rencana penanganan. Pemerintah Provinsi Kaltim melalui organisasi perangkat daerah terkait disebut akan menyalurkan bantuan pangan ke Mahulu dalam waktu dekat. Bantuan itu diharapkan mampu menjadi langkah jangka pendek untuk meredam kelangkaan sekaligus kenaikan harga sejumlah kebutuhan masyarakat.
“Jadi penyampaian pak wakil gubernur bahwa akan ada bantuan melalui Disperindagkop Kaltim dan dalam waktu dekat ini juga pemerintah provinsi Kaltim akan memberikan bantuan alat berat untuk membuka akses jalan ke dua kecamatan di hulu”.
Selain bantuan kebutuhan pokok, Pemprov Kaltim juga berencana mengerahkan alat berat untuk melanjutkan pembukaan akses jalan darat menuju Kecamatan Long Apari. Pembangunan jalur tersebut dipandang penting karena bisa menjadi alternatif transportasi ketika kondisi Sungai Mahakam tidak memungkinkan untuk dilalui secara optimal.
“Mungkin dalam waktu satu minggu atau dua minggu kedepan alat berat provinsi yang ada di Ujoh Bilang saat ini akan dikirimkan ke kampung Long Paka Kecamatan Long Pahangai untuk mengerjakan jalan ke Long Apari,” kata Devung Paran menyampaikan hasil pertemuan dengan Wakil Gubernur Kaltim.
Politikus Partai Gerindra tersebut berpandangan, akses jalan darat merupakan kebutuhan yang telah lama dinantikan masyarakat di wilayah hulu dan perbatasan. Keberadaan jalan yang memadai diharapkan tidak hanya membantu mobilitas warga, tetapi juga memperlancar distribusi pangan, BBM, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga aktivitas perekonomian masyarakat sepanjang tahun.
Devung menilai program sembako murah maupun bantuan pangan memang diperlukan untuk merespons kondisi darurat. Namun, langkah tersebut belum menyentuh akar persoalan berupa keterbatasan infrastruktur transportasi. Tanpa akses alternatif, masyarakat berpotensi kembali menghadapi persoalan serupa setiap kali debit Sungai Mahakam menurun akibat musim kemarau.
“Sebenarnya masyarakat di dua kecamatan sangat membutuhkan akses jalan yang memadai ke sana. Jadi ini merupakan solusi yang dinantikan oleh masyarakat,” tegasnya.
Kemarau yang berlangsung hampir satu bulan terakhir telah menghambat distribusi barang menuju sejumlah kawasan Mahulu, terutama Long Pahangai dan Long Apari. Situasi seperti ini bukan kali pertama terjadi. Ketergantungan besar terhadap transportasi sungai membuat kawasan perbatasan rentan mengalami gangguan pasokan ketika permukaan Sungai Mahakam turun.
Masyarakat di kawasan hulu selama ini juga terus menyuarakan pentingnya peningkatan infrastruktur darat. Akses jalan dinilai dapat menjadi penopang utama konektivitas wilayah sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap transportasi sungai yang sangat dipengaruhi kondisi alam.
Pertemuan DPRD Mahulu dengan Wakil Gubernur Kaltim pun diharapkan menjadi pintu masuk bagi penanganan yang lebih permanen. Bantuan pangan dapat meredakan kebutuhan mendesak, sementara percepatan pembukaan jalan menuju Long Apari menjadi harapan jangka panjang agar masyarakat perbatasan tidak terus menghadapi persoalan distribusi setiap kali Sungai Mahakam surut.
