Bontang – Bantuan pendidikan tak cukup hanya sampai di halaman sekolah, tetapi harus benar-benar memberi manfaat di ruang kelas. Pesan itu disampaikan Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bontang, Saeful Rizal, saat berkunjung ke SDN 002 Bontang Selatan pada Senin (10/8/2026). Ia mengapresiasi dukungan fasilitas dari Pemerintah Kota Bontang sekaligus meminta sekolah memaksimalkan setiap bantuan yang telah diberikan.
Saeful menjelaskan, kunjungan Komisi A merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD yang dilakukan melalui pendekatan komunikasi dan silaturahmi. Menurutnya, kehadiran wakil rakyat di lingkungan sekolah tidak semestinya dipersepsikan sebagai upaya mencari kesalahan atau memberikan teguran, melainkan untuk mengetahui kondisi pendidikan secara langsung serta membuka ruang penyelesaian atas berbagai persoalan yang dihadapi.
“Pertama-tama saya ingin suasana kita ketika kami datang itu suasananya silaturahmi. Bukan seakan-akan mau dimarahi, seakan-akan mau ditegur,” kata Saeful.
Ia menilai komunikasi yang harmonis antara DPRD, sekolah, tenaga pendidik, dan Dinas Pendidikan menjadi salah satu kunci untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan. Fungsi pengawasan, kata dia, tetap harus berjalan, namun dilakukan dengan cara yang persuasif agar sekolah tidak merasa tertekan ketika menyampaikan kebutuhan maupun kendala di lapangan.
Menurut Saeful, tenaga pendidik justru membutuhkan dukungan karena mereka berada di garis depan dalam membentuk kualitas generasi muda Kota Bontang. Karena itu, setiap persoalan yang muncul seharusnya dibicarakan secara terbuka sehingga dapat dicarikan solusi bersama sesuai kewenangan masing-masing pihak.
Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah juga memberikan penjelasan mengenai isu pungutan yang menjadi perhatian dalam pengelolaan pendidikan. Perwakilan Komite SDN 002 Bontang Selatan, I’in Kurniawaty, menyampaikan bahwa sekolah tidak memberlakukan pungutan maupun membentuk paguyuban yang menarik biaya dari orang tua siswa.
“Kami sudah berkoordinasi dengan kepala sekolah bahwa di sini tidak ada pungutan dan tidak ada paguyuban. Di SDN 002 ini kami tidak pernah meminta pungutan apapun kepada orang tua dan kami juga tidak ada menjual baju seragam,” ujarnya.
Saeful mengapresiasi keterbukaan pihak sekolah dalam memberikan penjelasan. Menurutnya, komunikasi secara langsung diperlukan untuk memastikan informasi yang berkembang di masyarakat dapat diklarifikasi berdasarkan kondisi sebenarnya. Keterbukaan juga dinilai penting sebagai bagian dari evaluasi bersama dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan.
Selain persoalan tata kelola sekolah, Saeful memberikan perhatian terhadap bantuan perlengkapan pendidikan yang disediakan Pemerintah Kota Bontang. Berbagai fasilitas seperti pakaian sekolah, sepatu, buku, dan tas dinilainya menjadi bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kebutuhan peserta didik.
“Terima kasih itu diwujudkan dalam bentuk memaksimalkan apa-apa yang diberikan tadi, pakaian, sepatu, buku, sama tas,” ujarnya.
Ia berharap bantuan tersebut tidak sekadar diterima secara administratif, tetapi benar-benar dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kegiatan belajar siswa. Pemanfaatan fasilitas secara maksimal, menurutnya, merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sekolah sekaligus wujud apresiasi terhadap program pemerintah yang telah dialokasikan untuk sektor pendidikan.
Saeful juga mengingatkan agar SDN 002 Bontang Selatan tetap terbuka terhadap kritik dan masukan dari berbagai pihak. Aspirasi dari orang tua siswa, DPRD, Dinas Pendidikan, maupun media dinilai dapat menjadi bahan untuk memperbaiki pelayanan pendidikan, selama disampaikan dengan tujuan serta cara yang konstruktif.
“Jangan menutup diri terhadap masukan-masukan, terutama yang cara dan tujuannya baik. Kita teruskan apa yang sudah baik yang ada pada kita. Kita tingkatkan lagi supaya masyarakat Bontang makin cerdas, makin maju, makin berpendidikan, sehingga ujung-ujungnya makin sejahtera,” pungkasnya.
Kunjungan Komisi A tersebut menjadi bagian dari upaya membangun hubungan yang lebih terbuka antara legislatif dan satuan pendidikan. Dengan pemanfaatan bantuan pemerintah secara maksimal serta komunikasi yang terus dijaga, Saeful berharap kualitas pendidikan di Bontang dapat berkembang dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan peserta didik serta kesejahteraan masyarakat. (ADV).
