Jakarta – Peluang Timnas Indonesia tampil dengan kekuatan terbaik di Piala AFF 2026 dipastikan menghadapi tantangan. Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengonfirmasi pemain-pemain diaspora yang berkarier di kompetisi Eropa berpotensi tidak dapat memperkuat skuad Garuda karena turnamen tersebut tidak masuk kalender resmi FIFA.
Pernyataan itu menjawab spekulasi mengenai komposisi Timnas Indonesia untuk ASEAN Championship atau Piala AFF 2026. Karena bukan bagian dari agenda resmi FIFA, klub-klub di Eropa tidak memiliki kewajiban melepas pemainnya untuk bergabung dengan tim nasional. Kondisi itu membuat peluang hadirnya sejumlah pemain diaspora bergantung pada kebijakan masing-masing klub.
Erick menjelaskan PSSI bersama Badan Tim Nasional (BTN) dan pelatih John Herdman telah mengantisipasi situasi tersebut dengan menyiapkan sejumlah alternatif. Salah satunya adalah melakukan rotasi pemain dan memberi kesempatan lebih besar kepada pesepak bola yang tampil di kompetisi domestik agar kedalaman skuad tetap terjaga.
“Ya saya rasa beberapa pemain yang di Eropa cukup sulit untuk bergabung ya. Karena itu saya rasa dari BTN dengan Coach John Herdman sudah mulai merotasi pemain tadi kan, coba-coba kanan kiri kita lihat,” kata Erick Thohir saat memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta (11/6/26).
Menurut Erick, komposisi akhir skuad masih belum ditentukan. Selain mempertimbangkan kebutuhan teknis tim pelatih, PSSI juga harus memperhatikan dinamika bursa transfer pemain yang berlangsung di Eropa. Perpindahan klub maupun persiapan pramusim berpotensi memengaruhi izin pemain untuk bergabung dengan Timnas Indonesia.
Pelatih John Herdman sebelumnya juga mengisyaratkan bahwa Piala AFF 2026 menjadi momentum untuk memberikan ruang lebih luas kepada pemain-pemain yang berkiprah di Liga Indonesia. Selain mengatasi kendala pelepasan pemain diaspora, kebijakan tersebut dinilai penting untuk memperluas basis pemain tim nasional sekaligus memberi pengalaman internasional kepada talenta lokal.
Keputusan itu memiliki arti strategis bagi perkembangan sepak bola nasional. Selama beberapa tahun terakhir, Timnas Indonesia memang banyak diperkuat pemain diaspora yang meningkatkan daya saing tim di level internasional. Namun, keberhasilan tim nasional juga membutuhkan regenerasi pemain lokal yang memiliki kualitas setara sehingga ketergantungan terhadap pemain luar negeri dapat dikurangi secara bertahap.
Piala AFF 2026 menjadi kesempatan bagi pemain-pemain Liga Indonesia untuk menunjukkan kualitas mereka di level regional. Kompetisi tersebut dapat menjadi ajang pembuktian sekaligus seleksi menuju agenda-agenda resmi FIFA berikutnya, termasuk Kualifikasi Piala Asia dan kompetisi internasional lainnya.
Meski kemungkinan tampil tanpa sebagian pemain diaspora Eropa, target Timnas Indonesia diperkirakan tidak berubah. Tim pelatih tetap dituntut membangun skuad yang kompetitif melalui kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda yang sedang berkembang.
Bagi masyarakat pecinta sepak bola, situasi ini menjadi pengingat bahwa membangun tim nasional tidak hanya bergantung pada kehadiran pemain diaspora. Kekuatan sepak bola Indonesia juga ditentukan oleh kualitas kompetisi domestik, pembinaan usia muda, dan kesinambungan regenerasi pemain yang mampu bersaing di tingkat internasional.
