Kediri – Seperti kompas yang menentukan arah pelayaran, Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama Tahun 2026 menjadi momentum penting dalam menentukan langkah organisasi menjelang muktamar mendatang. Agenda yang digelar di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, resmi dibuka oleh Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar pada Sabtu (20/6/2026) malam.
Kegiatan yang diselenggarakan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut dihadiri jajaran pengurus, tokoh NU, serta unsur pemerintah. Munas diikuti para utusan Syuriah Pengurus Wilayah NU dari berbagai daerah di Indonesia, sedangkan Konferensi Besar diikuti unsur Tanfidziyah Pengurus Wilayah NU dari 38 provinsi. Forum tersebut menjadi wadah pembahasan berbagai persoalan keagamaan, organisasi, serta isu kebangsaan yang berkembang menjelang pelaksanaan muktamar.
“Insya Allah mudah-mudahan keputusan yang diambil di tempat ini akan memberikan semangat untuk menuju muktamar yang kondusif dan dapat terlaksana dengan baik,” ujar Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf, usai pembukaan kegiatan, Sabtu (20/6/2026) malam.
Menurut Saifullah Yusuf, pertemuan nasional tersebut juga menjadi kesempatan bagi para ulama dan pengasuh pondok pesantren untuk menyampaikan berbagai pandangan yang nantinya dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan organisasi. Aspirasi yang berkembang di kalangan warga Nahdliyin diharapkan dapat terakomodasi melalui mekanisme musyawarah yang berlangsung selama agenda tersebut.
Dalam sidang-sidang yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari, peserta akan membahas sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian Nahdlatul Ulama. Pembahasan mencakup persoalan keagamaan, penguatan tata kelola organisasi, hingga berbagai tantangan kebangsaan yang muncul di tengah perkembangan global.
Selain membahas persoalan substantif, Konferensi Besar juga memiliki kewenangan untuk mengkaji dan menetapkan Peraturan Perkumpulan yang posisinya berada di bawah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Nahdlatul Ulama. Hasil dari pembahasan tersebut diharapkan mampu menjadi pijakan bagi perjalanan organisasi dalam menghadapi dinamika yang terus berkembang.
PBNU berharap seluruh keputusan yang lahir dari Munas dan Konbes dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi warga Nahdlatul Ulama, tetapi juga bagi masyarakat luas. Forum ini juga diharapkan semakin memperkuat kontribusi organisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Setelah seluruh rangkaian pembahasan rampung, agenda Munas dan Konbes NU 2026 dijadwalkan berakhir di Kabupaten Bangkalan pada [23 Juni 2026]. Penutupan tersebut sekaligus menandai berakhirnya tahapan penting yang menjadi bagian dari persiapan menuju muktamar Nahdlatul Ulama mendatang.
