Agam – “Jembatan bukan sekadar beton penghubung,” tetapi menjadi urat nadi pergerakan warga dan perekonomian daerah. Pemerintah Kabupaten Agam melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang mulai mempercepat pengerjaan dua proyek jembatan di Kecamatan Canduang untuk memperkuat konektivitas serta meningkatkan keamanan akses transportasi masyarakat.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Agam, Ofrizon, S.T., Kamis (6/8/2026), mengatakan dua pekerjaan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan pelayanan jalan dan jembatan. Salah satu proyek yang sedang dikerjakan oleh CV Midya Karya masuk dalam kegiatan penyelenggaraan jalan dan jembatan Paket III.
“Pekerjaan ini termasuk Paket III dengan nilai kontrak sebesar Rp3.517.044.588 dan waktu pelaksanaan selama 150 hari kalender,” ujar Ofrizon.
Ia menjelaskan, jembatan dalam paket pekerjaan tersebut dirancang dengan bentang sepanjang 20 meter dan lebar delapan meter. Dimensi itu diharapkan mampu meningkatkan kapasitas lintasan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur tersebut untuk bekerja, berdagang, bersekolah, maupun menjalankan kegiatan lainnya.
Menurut Ofrizon, pembangunan infrastruktur jembatan memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran mobilitas warga, terutama di wilayah yang mengandalkan akses jalan sebagai jalur utama distribusi hasil pertanian dan kebutuhan masyarakat. Keberadaan jembatan yang lebih memadai juga diharapkan dapat mengurangi hambatan perjalanan serta mempercepat hubungan antarkawasan di Kecamatan Canduang.
Proses penentuan penyedia pekerjaan dilakukan melalui metode mini kompetisi dalam mekanisme e-purchasing Katalog Elektronik. Metode tersebut digunakan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menciptakan proses pengadaan yang lebih transparan, efisien, kompetitif, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pada tahap awal pelaksanaan, kontraktor masih melakukan sejumlah pekerjaan persiapan. Kegiatan tersebut meliputi rekayasa lapangan, pemeriksaan kondisi lokasi, serta pengukuran ulang untuk menyesuaikan perencanaan teknis dengan keadaan sebenarnya di lapangan.
Selain pekerjaan persiapan, proses pembongkaran jembatan bailey yang sebelumnya digunakan sebagai akses sementara juga sedang berlangsung. Pembongkaran diperlukan agar pembangunan konstruksi jembatan permanen dapat dilaksanakan sesuai tahapan dan spesifikasi yang telah ditetapkan.
“Saat ini pelaksanaan pekerjaan di lapangan masih tahap awal, termasuk pembongkaran jembatan bailey yang digunakan sebelumnya,” jelasnya.
Jembatan bailey selama ini berfungsi sebagai solusi sementara agar mobilitas warga tetap berjalan sebelum konstruksi permanen dibangun. Namun, seiring dimulainya pekerjaan utama, struktur sementara tersebut harus dilepas secara bertahap dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan pekerja dan pengguna jalan.
Dinas PUPR Kabupaten Agam juga menyiapkan langkah pengawasan selama masa pengerjaan. Pengawasan dilakukan untuk memastikan penggunaan material, metode konstruksi, tahapan pekerjaan, serta hasil pembangunan memenuhi standar teknis yang tercantum dalam dokumen kontrak.
“Kami tetap intens melakukan pengawasan agar pelaksanaan pekerjaan dapat terkendali dan sesuai target yang direncanakan,” tuturnya.
Pengawasan intensif dinilai penting karena pembangunan jembatan tidak hanya berkaitan dengan penyelesaian fisik, tetapi juga menyangkut kualitas dan ketahanan konstruksi dalam jangka panjang. Ketepatan pelaksanaan setiap tahapan menjadi faktor utama agar infrastruktur yang dibangun dapat digunakan dengan aman dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Selain mengejar ketepatan waktu selama 150 hari kalender, pemerintah daerah meminta penyedia menjaga kualitas pekerjaan. Koordinasi antara kontraktor, pengawas, pemerintah kecamatan, dan masyarakat sekitar juga diperlukan untuk mengantisipasi kendala teknis maupun gangguan terhadap arus lalu lintas selama proses pembangunan berlangsung.
Pengerjaan dua jembatan di Kecamatan Canduang diharapkan memberi dampak luas setelah seluruh pekerjaan selesai. Akses yang semakin baik akan membantu mempercepat distribusi barang, memudahkan perjalanan warga, serta membuka peluang pertumbuhan kegiatan usaha di sekitar kawasan tersebut.
Bagi masyarakat yang selama ini bergantung pada jalur tersebut, pembangunan jembatan permanen juga diharapkan memberikan kepastian akses, terutama ketika terjadi peningkatan arus kendaraan atau kondisi cuaca yang dapat memengaruhi keamanan perjalanan. Infrastruktur yang memadai akan menjadi penopang penting bagi pelayanan publik dan kegiatan sosial masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Agam berharap seluruh tahapan pengerjaan dapat berjalan tanpa hambatan berarti serta selesai sesuai jadwal. Dengan pengawasan yang berkelanjutan dan pelaksanaan yang mengacu pada standar teknis, dua proyek jembatan di Canduang ditargetkan mampu memperlancar konektivitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
