Surabaya – Di tengah hiruk-pikuk Kota Pahlawan yang tak pernah benar-benar tidur, kesiapan aparat keamanan menjadi penyangga utama ketertiban masyarakat. Untuk memperkuat respons cepat terhadap berbagai potensi gangguan keamanan, Polrestabes Surabaya menyiagakan Tim Tangguh Jogoboyo sebagai kekuatan pendukung utama pengamanan di wilayah Surabaya.
Pengarahan personel digelar di Lapangan B Polrestabes Surabaya, Kamis (7/5/2026), dan dipimpin langsung Wakapolrestabes Surabaya Rosyid Hartanto. Dalam kegiatan tersebut, personel yang masuk sprint prioritas diberikan penegasan terkait kesiapan operasional serta pola pengamanan yang akan dijalankan.
AKBP Rosyid Hartanto menjelaskan bahwa Tim Jogoboyo dipersiapkan sebagai unit respons cepat yang akan mendukung berbagai kegiatan patroli, pengamanan wilayah, hingga penanganan situasi darurat yang membutuhkan mobilitas tinggi dan koordinasi cepat.
“Tim Jogoboyo dipersiapkan sebagai kekuatan respon cepat untuk mendukung keamanan dan menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di Kota Surabaya,” tegasnya.
Menurutnya, anggota yang telah masuk dalam sprint prioritas akan difokuskan penuh pada tugas operasional Tim Jogoboyo dan tidak dialihkan ke penugasan lain selama masa pengamanan berlangsung. Kebijakan itu dilakukan agar kesiapan personel tetap optimal saat dibutuhkan sewaktu-waktu.
Meski demikian, personel tetap dapat diperbantukan dalam pengamanan kegiatan besar seperti aksi unjuk rasa maupun agenda masyarakat lain yang memerlukan dukungan tambahan aparat keamanan.
Rosyid menambahkan, seluruh anggota tetap diwajibkan menjalankan tugas rutin harian meskipun tidak terdapat kegiatan lapangan berskala besar. Kesiapsiagaan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah perkotaan dengan mobilitas masyarakat yang tinggi seperti Surabaya.
Untuk meningkatkan efektivitas pergerakan personel, Tim Jogoboyo nantinya dibagi menjadi dua wilayah operasional, yakni Surabaya bagian timur dan barat. Pembagian tersebut dilakukan agar proses pengamanan dan bantuan personel dapat dilakukan lebih cepat di tengah kondisi lalu lintas yang padat.
“Dengan pembagian wilayah, proses backup dan pergerakan personel diharapkan lebih cepat dan efisien,” jelasnya.
Strategi pembagian wilayah itu juga mempertimbangkan banyaknya titik rawan kemacetan dan jarak tempuh antarkawasan di Kota Surabaya. Dengan pola tersebut, aparat diharapkan mampu memberikan respons lebih sigap terhadap laporan masyarakat maupun potensi gangguan kamtibmas.
Pembentukan dan penguatan Tim Tangguh Jogoboyo menjadi bagian dari langkah Polrestabes Surabaya dalam menjaga situasi keamanan tetap kondusif, terutama menghadapi dinamika perkotaan yang terus berkembang. Kehadiran tim ini diharapkan mampu meningkatkan rasa aman masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pelayanan kepolisian.
Di tengah tantangan keamanan kota besar, kesiapan personel dan kecepatan respons dinilai menjadi kunci utama menjaga stabilitas wilayah agar aktivitas masyarakat dapat berjalan aman dan tertib.
