Jember – Seperti orkestra yang tengah menyusun harmoni menuju puncak, Kabupaten Jember kini menata langkah besar: membidik emas di 2026 sekaligus bersiap menjadi tuan rumah ajang marching band Asia 2027.
Keseriusan itu terlihat dari berbagai persiapan yang telah dimulai sejak akhir 2025. Ketua KORMI Jember, H. Tri Basuki, menjelaskan bahwa proses seleksi atlet telah dilakukan sejak Desember tahun lalu dengan menjaring peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SMP hingga perguruan tinggi. Dari proses tersebut, terpilih 121 atlet terbaik yang kini menjalani program latihan intensif selama sembilan bulan.
“Persiapan sudah kami mulai sejak akhir 2025. Para atlet kini fokus menjalani latihan intensif untuk menghadapi kompetisi tahun depan,” ujar Tri Basuki saat menghadiri peresmian SPPG di Desa Wringin Agung, Kecamatan Jombang, Kamis (16/4/2026).
Ia menjelaskan, pada tahap awal selama tiga bulan, latihan dipusatkan di GOR PKPSO Jember dengan jadwal rutin hampir setiap hari. Saat ini, seluruh atlet telah memasuki fase pemusatan latihan lanjutan di Jember Sport Garden (JSG) untuk meningkatkan kekompakan, teknik, serta performa keseluruhan tim.
Dalam kompetisi tingkat Asia yang akan digelar pada [7 September 2026] hingga [15 September 2026], tim marching band Jember menargetkan pencapaian minimal empat medali emas. Target tersebut dinilai realistis mengingat intensitas latihan dan kesiapan konsep pertunjukan yang terus dimatangkan.
Mengusung tema “Rise to Victory”, tim ini akan menghadirkan kisah inspiratif tentang perjuangan seorang atlet yang bangkit dari keterpurukan akibat kecelakaan hingga mampu meraih prestasi tinggi, bahkan di level paralimpiade. Konsep ini diharapkan mampu memberikan sentuhan emosional sekaligus daya tarik kuat di panggung internasional.
“Penunjukan ini sudah mendapat persetujuan dari ASEAN Marching Confederation. Ini menjadi momentum besar bagi Jember untuk tampil di panggung internasional,” tegasnya.
Tak hanya fokus pada kompetisi, Jember juga telah resmi ditetapkan sebagai tuan rumah exhibition Olimpiade marching band tingkat Asia yang akan berlangsung pada [Agustus 2027]. Ajang tersebut diperkirakan akan diikuti oleh sekitar 12 negara, menjadikannya salah satu event internasional bergengsi di bidang seni dan olahraga marching band.
Penunjukan ini membuka peluang besar bagi Jember untuk memperkenalkan potensi daerah, baik dari sisi budaya, pariwisata, maupun kualitas sumber daya manusia. Selain itu, dampak ekonomi dari penyelenggaraan event internasional juga diprediksi akan dirasakan oleh masyarakat setempat.
Dengan persiapan yang matang dan target yang jelas, Jember tidak hanya ingin sukses sebagai tuan rumah, tetapi juga ingin mencatatkan prestasi gemilang di tingkat Asia. Upaya ini menjadi langkah strategis dalam mengangkat nama daerah ke kancah internasional melalui harmoni musik dan disiplin olahraga.
