Jember – Jalanan yang dulu sekadar dilalui kini disulap menjadi ruang harapan baru; seperti nadi yang mulai dipompa lebih kuat, kawasan pusat kota Jember tengah bersiap berdenyut sebagai pusat ekonomi baru. Pemerintah Kabupaten Jember mempercepat pembangunan kawasan food street yang digadang-gadang menjadi ikon kuliner sekaligus penggerak ekonomi rakyat.
Proyek tersebut difokuskan di sepanjang Jalan Kartini dan direncanakan meluas hingga Jalan Gatot Subroto. Bupati Jember, Gus Fawait, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi besar untuk menghidupkan sektor ekonomi lokal, khususnya pelaku usaha kecil seperti pedagang kaki lima (PKL) dan UMKM. Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan target percepatan agar dapat segera dimanfaatkan masyarakat pada tahun ini, Sabtu (11/4/2026).
“Pengembangan food street ini sedang kita kebut. Lokasinya direncanakan di sepanjang Jalan Kartini dan akan diperluas hingga Jalan Gatot Subroto,” ujar Gus Fawait.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar penataan kawasan, melainkan langkah konkret dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Pemerintah daerah ingin menghadirkan ruang usaha yang lebih layak, tertata, dan memiliki daya tarik bagi masyarakat maupun wisatawan. Dengan konsep tersebut, kawasan food street diharapkan mampu menjadi magnet baru yang mendorong perputaran ekonomi di pusat kota.
Selain fokus pada pengembangan kawasan kuliner, Pemkab Jember juga menargetkan revitalisasi area alun-alun agar tampil lebih representatif. Penataan ini diharapkan mampu menciptakan ruang publik yang nyaman sekaligus terintegrasi dengan aktivitas ekonomi para pelaku usaha kecil. Dengan demikian, keberadaan PKL tidak lagi tersebar tanpa arah, melainkan terpusat dalam satu kawasan yang tertib dan mendukung kenyamanan pengunjung.
“Alun-alun harus semakin menarik, dan PKL punya tempat yang layak di food street. Tahun ini kita percepat agar segera bisa dinikmati masyarakat,” tegasnya.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap sektor informal yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah. UMKM dan PKL tidak hanya diberi ruang, tetapi juga difasilitasi agar dapat berkembang secara berkelanjutan. Penataan kawasan diharapkan mampu meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal, sekaligus menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih sehat.
Di sisi lain, pembangunan food street juga berpotensi memberikan dampak multiplier effect bagi sektor lain, seperti pariwisata, transportasi, hingga jasa pendukung. Dengan meningkatnya kunjungan masyarakat ke kawasan tersebut, perputaran ekonomi diyakini akan ikut terdongkrak. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah daerah untuk menjadikan pusat kota Jember sebagai ruang publik yang hidup, produktif, dan modern.
Upaya percepatan pembangunan ini menunjukkan keseriusan Pemkab Jember dalam menjawab tantangan ekonomi daerah. Di tengah persaingan antarwilayah, inovasi seperti food street menjadi salah satu strategi untuk menciptakan identitas baru sekaligus meningkatkan daya tarik kota.
Jika terealisasi sesuai target, kawasan Jalan Kartini hingga Jalan Gatot Subroto bukan hanya akan menjadi pusat kuliner, tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi berbasis kerakyatan di Jember. Pemerintah berharap, langkah ini mampu membuka peluang usaha lebih luas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat secara keseluruhan. (ADV).
