Malang – Prestasi akademik ibarat ombak yang terus bergulung, dan kali ini datang dari mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya yang berhasil menorehkan capaian membanggakan di kancah nasional. Musfarozi sukses meraih Juara II dalam Lomba Esai Nasional FANCY FEST 2026, sebuah kompetisi bergengsi yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai penjuru Indonesia.
Ajang tersebut diselenggarakan oleh Universitas Mahasaraswati Denpasar melalui Fakultas Farmasi bersama Himpunan Mahasiswa Sarjana Farmasi pada 27–28 Januari 2026. Kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menuangkan gagasan inovatif, analitis, serta solusi terhadap berbagai isu aktual yang berkembang di masyarakat. Dalam kompetisi tersebut, Musfarozi mampu menunjukkan kualitas pemikiran yang unggul melalui karya tulisnya.
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga memperkuat reputasi FPIK Universitas Brawijaya sebagai institusi yang mampu melahirkan mahasiswa dengan kemampuan intelektual yang komprehensif. Selain unggul di bidang kelautan dan perikanan, mahasiswa FPIK juga terbukti mampu bersaing dalam bidang penulisan ilmiah dan esai di tingkat nasional.
Dalam kompetisi ini, peserta dituntut menyusun esai dengan argumentasi kuat, analisis mendalam, serta penyampaian ide yang sistematis dan persuasif. Musfarozi dinilai berhasil memenuhi seluruh kriteria tersebut, sehingga mampu menempati posisi kedua di antara para peserta terbaik dari berbagai perguruan tinggi.
Capaian ini sekaligus menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengasah kemampuan menulis dan berpikir kritis. Budaya literasi ilmiah yang kuat dinilai penting dalam menghadapi tantangan global, terutama di era informasi yang menuntut kemampuan analisis yang tajam dan solusi yang inovatif.
Prestasi ini juga selaras dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin keempat yaitu pendidikan berkualitas. Melalui kompetisi seperti ini, mahasiswa didorong untuk mengembangkan kapasitas diri, meningkatkan literasi, serta memperluas wawasan agar mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional.
Ke depan, diharapkan capaian Musfarozi dapat menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi. Dukungan dari institusi pendidikan serta lingkungan akademik yang kondusif juga menjadi faktor penting dalam menciptakan generasi muda yang unggul dan berdaya saing tinggi.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa kerja keras, kreativitas, dan keberanian untuk berkompetisi dapat membuka jalan menuju pencapaian yang lebih besar. Musfarozi pun diharapkan terus melanjutkan kiprahnya dan membawa nama baik Universitas Brawijaya di berbagai ajang ilmiah berikutnya.
