Balikpapan – Usia bukan sekadar angka, melainkan cermin kedewasaan perjuangan. Di usia ke-72, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Balikpapan menjadikan peringatan Dies Natalis sebagai titik tolak untuk memperkuat kualitas kader, seolah mengasah ulang arah kompas perjuangan di tengah arus perubahan zaman.
Peringatan Dies Natalis GMNI ke-72 yang digelar di Balikpapan menegaskan komitmen organisasi mahasiswa tersebut dalam melakukan pembenahan internal secara menyeluruh. Ketua GMNI Balikpapan, Ibrahim, menekankan bahwa peningkatan kualitas kader menjadi prioritas utama untuk menjawab tantangan bangsa, khususnya dalam konteks pembangunan di Kalimantan Timur yang kini menjadi pusat perhatian nasional seiring pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kami serukan peningkatan kualitas kader secara fundamental. Ini adalah syarat mutlak untuk mewujudkan cita-cita konstitusi, khususnya Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. Pasal 33 adalah jantung kemandirian bangsa. Jika kadernya berkualitas, maka perjuangan mengembalikan sumber daya alam untuk kesejahteraan rakyat akan semakin nyata,” ujar Ibrahim dalam sambutannya pada Minggu (29/03/2026).

Pernyataan tersebut muncul sebagai respons atas dinamika politik dan ekonomi yang berkembang pesat di Kalimantan Timur. Dengan statusnya sebagai wilayah penyangga IKN, daerah ini memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah. Namun, GMNI Balikpapan menilai pengelolaan sumber daya tersebut harus tetap berpijak pada amanat Pasal 33 UUD 1945, yakni dikuasai negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Menurut Ibrahim, kader GMNI harus hadir sebagai garda terdepan dalam mengawal kebijakan strategis, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan kekayaan alam. Ia menegaskan pentingnya membangun kader yang tidak hanya kuat secara ideologi Marhaenisme, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual dan integritas moral yang tinggi.
“Kader GMNI harus menjadi garda terdepan dalam mengawal kebijakan sumber daya alam. Kami tidak ingin kekayaan alam Kalimantan hanya dinikmati oleh segelintir orang. Dengan kader yang berkualitas yang paham ideologi Marhaen, cerdas, dan berintegritas—kami yakin implementasi Pasal 33 UUD 1945 bisa diwujudkan,” lanjutnya.
Selain itu, momentum Dies Natalis ini juga dimanfaatkan untuk mengajak seluruh elemen mahasiswa dan pemuda di Balikpapan agar lebih aktif dalam mengawal arah pembangunan nasional. GMNI menilai bahwa peran generasi muda sangat krusial dalam memastikan pembangunan tidak melenceng dari cita-cita para pendiri bangsa.
Dalam konteks pembangunan IKN, keterlibatan aktif mahasiswa dinilai penting agar kebijakan yang diambil tetap berpihak pada rakyat. GMNI Balikpapan menegaskan bahwa perjuangan mahasiswa tidak boleh berhenti pada tataran wacana, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dengan semangat Dies Natalis ke-72, GMNI Balikpapan berharap mampu melahirkan generasi kader yang tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga pelaku perubahan yang berorientasi pada keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat.
