Mojokerto – Keheningan yang sarat makna terasa begitu kuat di dalam bangunan makam Troloyo, seakan waktu berjalan lebih lambat di tengah lantunan doa para peziarah. Di tempat ini, setiap langkah dan bisikan doa menyatu dalam suasana yang khusyuk, menghadirkan ketenangan batin bagi siapa pun yang datang.
Suasana tersebut terlihat pada Kamis (12/3/2026) di kompleks Makam Troloyo, kawasan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Sejumlah peziarah tampak duduk bersila di lantai, memanjatkan doa di depan makam Sayyid Jumadil Kubro. Mereka datang dengan berbagai tujuan, mulai dari berdoa untuk keluarga hingga mencari ketenangan spiritual di tengah kesibukan kehidupan sehari-hari.
Bangunan makam yang didominasi ornamen kayu dengan nuansa tradisional Jawa semakin menambah kesan sakral. Cahaya yang temaram dan suasana yang tenang membuat para peziarah dapat beribadah dengan lebih khusyuk. Beberapa pengunjung datang bersama keluarga, sementara lainnya berdoa secara bergantian di area sekitar makam.
Makam Troloyo sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi wisata religi penting di Mojokerto. Letaknya yang berada di kawasan bersejarah Trowulan menjadikan tempat ini tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga memiliki nilai historis yang tinggi. Banyak masyarakat meyakini bahwa tokoh yang dimakamkan di tempat ini memiliki peran penting dalam penyebaran Islam di wilayah tersebut.
Salah satu peziarah, Ahmad, mengungkapkan bahwa ia sengaja datang bersama keluarganya untuk berdoa sekaligus mencari ketenangan.
“Saya datang untuk berziarah dan mendoakan keluarga. Suasananya juga sangat tenang,” ujarnya.
Menurut Ahmad, suasana di Makam Troloyo memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan tempat lain. Ketika berada di dalam kompleks makam, ia merasakan ketenangan yang sulit didapatkan di tengah aktivitas sehari-hari.
Selain menjadi tempat berdoa, Makam Troloyo juga menjadi ruang refleksi bagi banyak orang. Tradisi ziarah yang dilakukan tidak hanya sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh terdahulu, tetapi juga sebagai sarana mendekatkan diri kepada Tuhan. Nilai spiritual yang terkandung di dalamnya membuat tempat ini tetap ramai dikunjungi, terutama pada momen-momen tertentu seperti bulan Ramadan.
Keberadaan Makam Troloyo juga menunjukkan bagaimana warisan sejarah dan budaya tetap hidup di tengah masyarakat modern. Generasi muda hingga orang tua masih menjadikan ziarah sebagai bagian dari tradisi yang terus dilestarikan.
Di tengah suasana yang penuh ketenangan, Makam Troloyo menjadi pengingat bahwa perjalanan spiritual tidak pernah lekang oleh waktu. Setiap doa yang dipanjatkan di tempat ini membawa harapan, sekaligus menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini dalam kehidupan masyarakat Mojokerto.
