Jombang – Malam-malam akhir Ramadan diisi dengan langkah spiritual oleh Pengurus Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PC Pergunu) Jombang. Sekitar 40 pengurus dari tingkat cabang hingga anak cabang mengikuti kegiatan saur bersama yang dirangkai dengan ziarah ke sejumlah makam ulama di Kediri pada Sabtu (14/03/2026) malam hingga menjelang pagi.
Kegiatan yang berlangsung pada malam 25 Ramadan 1447 Hijriah tersebut dipimpin langsung oleh Ketua PC Pergunu Jombang, Prof. Dr. Fahrudin. Agenda dimulai sekitar pukul 22.00 dengan konsep rihlah spiritual, yaitu perjalanan religi yang menggabungkan ziarah ulama, silaturahmi, serta refleksi keagamaan di bulan suci Ramadan.
Rombongan peserta berangkat dari dua titik kumpul yang telah ditentukan, yakni Pondok Pesantren BBE Bareng dan Kantor PC Pergunu Jombang. Setelah berkumpul, para peserta bersama-sama menuju sejumlah lokasi makam ulama besar di wilayah Kediri yang dikenal memiliki sejarah panjang dalam perkembangan Islam dan tradisi pesantren di Jawa Timur.
Beberapa tokoh ulama yang menjadi tujuan ziarah dalam kegiatan ini antara lain makam Syeikh Al-Washil Syamsudin di kawasan Sentono Gedong, makam Syeikh Ihsan Jampes, makam Mbah Mursyad, makam Gus Miek, serta dilanjutkan dengan ziarah ke makam Saber. Para peserta memanjatkan doa dan tahlil sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama yang telah berjasa dalam menyebarkan ajaran Islam dan membangun tradisi keilmuan di lingkungan pesantren.

“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya berziarah kepada para ulama, tetapi juga meneladani perjuangan mereka serta memperkuat ukhuwah antar pengurus PC dan PAC Pergunu,” ujar Ketua PC Pergunu Jombang, Prof. Dr. Fahrudin.
Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini menjadi sarana penting untuk memperkuat hubungan emosional dan spiritual di antara para pengurus Pergunu yang sehari-hari berkecimpung dalam dunia pendidikan. Dengan mengenang perjuangan para ulama, diharapkan para guru dapat semakin termotivasi untuk melanjutkan warisan keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat.
Selain agenda ziarah, rombongan juga menyempatkan diri melakukan sowan kepada putra sulung almarhum Gus Miek. Silaturahmi tersebut menjadi bagian dari penghormatan kepada keluarga ulama kharismatik yang dikenal luas karena kiprahnya dalam dakwah dan pembinaan spiritual masyarakat.
Tradisi ziarah ke makam para ulama merupakan bagian dari budaya religius yang kuat di kalangan warga Nahdlatul Ulama. Kegiatan ini tidak hanya dimaknai sebagai bentuk doa bagi para tokoh yang telah wafat, tetapi juga sebagai cara untuk mengenang jasa dan perjuangan mereka dalam menjaga nilai-nilai Islam yang moderat dan berakar pada tradisi pesantren.
Kegiatan rihlah spiritual ini berlangsung hingga waktu sahur. Para peserta kemudian menutup rangkaian acara dengan makan sahur bersama dan doa bersama, memohon keberkahan di malam-malam akhir Ramadan.
Melalui kegiatan tersebut, para pengurus Pergunu Jombang berharap semangat kebersamaan, spiritualitas, serta komitmen pengabdian dalam dunia pendidikan dapat terus terjaga dan semakin kuat di tengah dinamika organisasi dan masyarakat.
