Pasuruan – Seperti roda yang terus berputar untuk menjaga keseimbangan, birokrasi di Kota Pasuruan kembali mengalami pergeseran. Rotasi sejumlah pejabat strategis yang dilakukan pemerintah kota menjadi sinyal adanya upaya penyegaran sekaligus penguatan kinerja organisasi.
Pemerintah Kota Pasuruan melaksanakan mutasi dan rotasi pejabat pada Kamis (30/4/2026). Sejumlah posisi penting mengalami pergantian, mulai dari Sekretaris Daerah (Sekda), kepala dinas, hingga pucuk pimpinan perusahaan daerah. Salah satu perubahan yang paling menyita perhatian adalah bergesernya Rudiyanto dari jabatan Sekda menjadi Staf Ahli bidang Sosial, Budaya, dan Sumber Daya Manusia.
Wali Kota Pasuruan, , menegaskan bahwa seluruh proses rotasi telah dilakukan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku. Ia memastikan bahwa jabatan pimpinan tinggi pratama telah melalui tahapan uji kompetensi oleh panitia seleksi independen.
“Semua ini sudah sesuai dengan prosedur dan mekanisme yang berjalan. Untuk jabatan pimpinan tinggi pratama juga sudah melalui uji kompetensi oleh panitia seleksi independen,” ujarnya.
Adi menambahkan bahwa rotasi ini tidak hanya sekadar pergantian jabatan, tetapi bagian dari strategi memperkuat kapasitas organisasi melalui pola tour of duty. Menurutnya, penyegaran diperlukan agar aparatur mendapatkan pengalaman baru sekaligus meningkatkan efektivitas kinerja pemerintahan.
“Kita juga mempertimbangkan bagian dari tour of duty, agar ada penyegaran, penambahan pengalaman, dan penguatan kinerja organisasi,” jelasnya.
Di sektor pelayanan publik, penunjukan Yudi Wibowo sebagai Direktur PDAM menjadi sorotan tersendiri. Proses seleksi yang dilakukan secara terbuka dinilai sebagai langkah menuju tata kelola perusahaan daerah yang lebih profesional dan akuntabel. Harapannya, kualitas layanan air bersih kepada masyarakat dapat meningkat secara signifikan.
Selain itu, sejumlah pejabat lain turut mengisi posisi baru, di antaranya Lucky Danardono di Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Siti Rochana di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kokoh Arie Hidayat di Bapperida, serta Yudie Andi Prasetya di Dinas Sosial. Pergeseran juga dilakukan hingga tingkat kecamatan, kelurahan, dan kepala puskesmas.
Penataan menyeluruh ini mencerminkan upaya konsolidasi internal Pemerintah Kota Pasuruan agar kinerja birokrasi lebih terarah dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Langkah ini juga dinilai sebagai bagian dari adaptasi terhadap tantangan pelayanan publik yang semakin kompleks.
Terkait posisi Sekda definitif, Adi meminta masyarakat untuk menunggu proses yang sedang berlangsung sesuai ketentuan.
“Tunggu saja, semuanya ada mekanismenya,” katanya.
Sejumlah pengamat menilai rotasi ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat fondasi birokrasi. Meski tidak lepas dari dinamika, mutasi pejabat dianggap sebagai hal yang wajar dalam proses pembenahan organisasi pemerintahan demi pelayanan publik yang lebih optimal.
