Jember – Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat upaya percepatan penanganan stunting melalui berbagai inovasi kesehatan. Salah satu langkah terbaru adalah peluncuran program “Di Chating” atau Soebandi Cegah Kecacatan Akibat Stunting yang digagas oleh RSUD dr. Soebandi Jember.
Program ini menjadi salah satu strategi pemerintah daerah untuk menekan angka stunting di Jember yang berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) masih tergolong tinggi di wilayah Jawa Timur. Inisiatif tersebut dijalankan sebagai proyek percontohan di Kecamatan Jombang dan Kecamatan Tanggul selama tiga bulan.
Koordinator Tim Penanganan Stunting RSUD dr. Soebandi, dr. Triwinarno, M.Kes, menjelaskan bahwa kegiatan program telah berjalan selama empat minggu dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari dokter spesialis anak, ahli gizi, tenaga medis puskesmas hingga kader posyandu di tingkat desa.
“Sebanyak 161 balita di Kecamatan Jombang yang terindikasi stunting telah menjalani pemeriksaan oleh dokter spesialis anak. Setelah itu, dilakukan intervensi dengan pemberian susu formula KPMK bernutrisi tinggi secara gratis,” ujarnya saat ditemui di Pendopo Kecamatan Jombang, Rabu (4/3/2026).
Susu formula tersebut diberikan sebagai tambahan asupan gizi bagi balita dengan takaran dua sendok makan yang dicampur dengan satu gelas air hangat dan dikonsumsi tiga kali sehari. Program intervensi ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan penuh.
Dari hasil evaluasi awal, program tersebut menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Dari total 161 balita yang mengikuti program intervensi, sekitar 50 persen di antaranya mengalami peningkatan berat badan setelah empat minggu mengonsumsi susu bernutrisi tersebut secara rutin.
Pemerintah Kabupaten Jember menilai capaian awal tersebut menjadi indikator positif bahwa program intervensi gizi dapat memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan anak. Jika hasil program terus menunjukkan perkembangan yang baik hingga akhir masa uji coba, program “Di Chating” akan diperluas ke seluruh kecamatan di Kabupaten Jember.
Camat Jombang, Farisa Jamal Taslim, S.STP., M.M., menyampaikan bahwa program tersebut menjadi harapan baru bagi masyarakat dalam upaya menekan angka stunting di wilayahnya. Ia juga mengapresiasi kerja sama lintas sektor yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.
Menurutnya, keterlibatan tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, hingga kader posyandu menjadi kunci penting dalam memastikan program berjalan optimal di lapangan.
Salah satu orang tua penerima manfaat, Ana Megawati (23), warga Desa Padomasan, mengaku merasakan dampak positif dari program tersebut. Ia menyebut anaknya yang berusia 3,5 tahun mengalami peningkatan berat badan yang cukup signifikan setelah mengikuti program selama empat minggu.
“Alhamdulillah ada perubahan. Kami berharap program ini bisa terus berlanjut agar semakin banyak balita yang tertolong,” ujarnya.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta masyarakat, program “Di Chating” diharapkan mampu menjadi model percepatan penanganan stunting yang efektif di Kabupaten Jember. (ADV).
