Jember – Menjelang Ramadan, kebutuhan energi rumah tangga kerap melonjak bak api yang membesar di dapur-dapur warga. Namun kali ini, Pemerintah Kabupaten Jember memastikan tak ada bara kepanikan soal gas melon. Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan stok LPG 3 kilogram dalam kondisi aman hingga Hari Raya Idul Fitri.
Kepastian tersebut disampaikan sebagai respons atas meningkatnya konsumsi masyarakat selama bulan puasa dan menjelang lebaran. Dalam koordinasi bersama Pertamina dan jajaran terkait, Pemkab Jember mengambil langkah antisipatif untuk mencegah kelangkaan di tingkat konsumen. Komunikasi langsung dilakukan dengan Direktur Patra Niaga dan Sales Branch Manager (SBM) Pertamina wilayah Jember guna memastikan distribusi berjalan lancar.
“Kami pastikan untuk Jember aman. Saat momen Imlek kemarin kita sudah tambah 55.000 tabung, dan memasuki awal Ramadan ini kembali kita gelontorkan tambahan sebanyak 54.000 tabung. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Muhammad Fawait, Sabtu (21/02/2026).
Penambahan pasokan atau extra dropping ini dilakukan untuk menjaga stabilitas suplai di tengah lonjakan kebutuhan. Pemerintah daerah menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari komitmen menjaga ketahanan energi rumah tangga, khususnya bagi warga prasejahtera dan pelaku usaha mikro yang sangat bergantung pada LPG subsidi 3 kilogram.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Jember, Sartini, memastikan pengawasan distribusi diperketat. Pihaknya akan memantau langsung pergerakan pasokan di setiap agen dan pangkalan guna mencegah praktik penimbunan maupun penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Kami terus memantau pergerakan distribusi di setiap pangkalan. Kami instruksikan kepada agen dan pangkalan untuk mengikuti aturan yang berlaku dan tidak melakukan penimbunan,” tegas Sartini.
Ia menambahkan, pemerintah daerah tidak akan mentoleransi praktik permainan harga, sebab LPG 3 kilogram merupakan kebutuhan vital masyarakat luas. Penegakan aturan akan dilakukan apabila ditemukan pelanggaran di lapangan.
Pemkab Jember juga membuka saluran pengaduan bagi masyarakat yang mengalami kendala distribusi atau menemukan indikasi pelanggaran. Laporan dapat disampaikan melalui layanan Wadul Guse (WhatsApp) 0811-3031-1188 maupun akun Instagram resmi @kabupatenjember dan @diskopumdag_jember. Saluran ini diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara warga dan pemerintah agar respons cepat dapat dilakukan.
Selain memastikan pasokan, Bupati Fawait turut mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan aksi borong atau panic buying. Menurutnya, tindakan tersebut justru dapat memicu ketidakseimbangan distribusi di tingkat bawah.
“Jember adalah rumah kita, mari kita jaga kondusivitas bersama. Jika ada kendala, laporkan, kami akan segera turun tangan,” pungkasnya.
Dengan tambahan puluhan ribu tabung serta pengawasan ketat di lapangan, Pemkab Jember optimistis kebutuhan LPG 3 kilogram selama Ramadan hingga Idul Fitri dapat terpenuhi. Langkah preventif ini diharapkan menjaga stabilitas harga sekaligus menjamin masyarakat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa dibayangi kekhawatiran soal energi rumah tangga. (ADV).
