Surabaya – Di antara lantunan ayat suci dan saf yang rapat, hadir pula seragam cokelat yang berbaur tanpa sekat. Malam Ramadhan di Masjid Al-Islah, Jalan Kenjeran, Kelurahan Gading, Kecamatan Tambaksari, Jumat (20/2/2026), menjadi saksi kedekatan aparat kepolisian dengan masyarakat melalui kegiatan Tarawih Keliling yang digelar jajaran Polrestabes Surabaya.
Kegiatan tersebut dihadiri Kapolsek Tambaksari, Kompol Didik Tri Wahyudi, SH, bersama Kasi Humas Polrestabes Surabaya dan personel Sat Samapta. Kehadiran aparat di tengah jamaah tidak hanya untuk menunaikan ibadah Sholat Tarawih berjamaah, tetapi juga sebagai upaya mempererat silaturahmi serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama bulan suci Ramadhan.
Dalam kesempatan itu, Kapolsek Tambaksari menyampaikan imbauan langsung kepada para jamaah agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Ia mengajak warga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas, khususnya pada malam hari ketika banyak rumah ditinggalkan untuk beribadah.
“Mari kita untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas, serta memastikan rumah dalam keadaan terkunci saat ditinggal beribadah,” tutur Kompol Didik Tri Wahyudi, SH.
Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anak pada malam hari. Menurutnya, pengawasan tersebut diperlukan guna mencegah keterlibatan dalam aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, seperti balap liar atau aksi kenakalan remaja lainnya. Warga pun diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya gangguan kamtibmas di lingkungan sekitar.
Kegiatan Tarawih Keliling ini merupakan bagian dari strategi preventif kepolisian dalam menciptakan suasana aman dan kondusif selama Ramadhan 2026. Dengan turun langsung ke masjid-masjid, aparat dapat menjalin komunikasi dua arah sekaligus menyerap aspirasi masyarakat terkait kondisi keamanan di wilayah hukum Polrestabes Surabaya.
Salah seorang jamaah, Salim (43), mengaku merasa lebih tenang dengan kehadiran aparat kepolisian di tengah-tengah jamaah.
“Senang mas, ada pak polisi yang bersama-sama sholat Tarawih di sini, jadi merasa aman dan nyaman. Disamping itu saya juga mendapat arahan dan himbauan pak polisi untuk selalu waspada dalam menjaga kamtibmas di lingkungan kita,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi jembatan penguat sinergi antara Polri dan masyarakat. Di bulan yang identik dengan peningkatan aktivitas malam hari, pendekatan humanis seperti Tarawih Keliling dinilai efektif untuk membangun rasa saling percaya serta memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan lingkungan.
Melalui langkah ini, Polrestabes Surabaya menegaskan komitmennya untuk hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan Ramadhan yang aman, damai, dan penuh khidmat.
