Samarinda – Setelah fokus pada swasembada beras, Kalimantan Timur kini menatap target baru: mandiri dalam penyediaan daging. Pemerintah Provinsi menargetkan swasembada protein hewani bisa tercapai pada akhir 2027 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan secara menyeluruh.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menyebut bahwa selama ini perhatian lebih banyak tertuju pada produksi beras dan jagung, sementara ketersediaan protein hewani belum sepenuhnya terpenuhi secara mandiri. Oleh karena itu, target swasembada daging menjadi agenda besar berikutnya.
“Target swasembada beras kita di akhir 2026 semoga bisa tercapai dan untuk swasembada pangan hewani insyaallah akhir 2027 sudah bisa tercapai,” ujarnya dalam pertemuan di Samarinda, Selasa (18/11/2025).
Program Strategis Pengembangan Desa Korporasi Ternak (PDKT) menjadi ujung tombak dalam mewujudkan ambisi tersebut. Program ini akan menjangkau lebih dari 800 desa, membangun basis produksi daging yang dikelola secara korporatif dan terintegrasi.
“Semua desa akan mendapatkan bantuan PDKT yakni 841 desa agar bisa tercapai kemandirian protein ke depan,” tambah Seno.
Ia menjelaskan bahwa agar Kaltim bisa swasembada, kebutuhan daging per tahun yang harus disediakan mencapai 17.000 ton. Ini termasuk daging merah dan putih yang menjadi kebutuhan utama masyarakat, termasuk untuk mendukung program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain intervensi dari pemerintah, Seno juga mendorong kolaborasi sektor swasta untuk turut terlibat dalam mempercepat capaian ini. Melalui mekanisme CSR dan kemitraan, perusahaan di Kaltim diharapkan bisa menjadi mitra aktif dalam pengembangan peternakan lokal.
“Untuk itu kita harus mempercepat progres swasembada pangan kita melalui kolaborasi bersama dinas peternakan Kaltim dan kabupaten/kota,” tutupnya.
Dengan sinergi antarpihak, Pemprov optimistis bahwa swasembada daging tidak sekadar menjadi target, tapi kenyataan yang bisa mendukung ketahanan gizi masyarakat Kaltim dalam jangka panjang.
