Samarinda – Seperti denting peringatan yang datang tanpa jeda, kabar duka dari Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat kembali menggugah kepedulian publik. Gelombang banjir dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi itu meninggalkan jejak luka mendalam: ratusan korban jiwa, puluhan ribu rumah rusak, dan jutaan warga terdampak. Menyikapi situasi ini, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Samarinda menginisiasi gerakan bantuan secara cepat dengan memotong gaji para anggotanya.
Update data pada Kamis (4/12/2025) menunjukkan besarnya skala bencana: sekitar 1,5 juta warga Aceh, 1,7 juta warga Sumatra Utara, dan 141.800 warga Sumatra Barat terdampak langsung. Sebanyak 753 jiwa meninggal dunia, 650 orang masih hilang, dan lebih dari 2.600 warga mengalami luka-luka. Kerusakan infrastruktur pemukiman juga masif—3.600 rumah rusak berat, 2.100 rusak sedang, dan 3.700 lainnya rusak ringan.
Langkah yang diambil Fraksi PKS Samarinda tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden Partai Keadilan Sejahtera Nomor 05/D/INP/PRES-PKS/2025 terkait mobilisasi nasional bantuan kemanusiaan dan pengerahan relawan untuk penanganan bencana di tiga provinsi tersebut. Melalui kebijakan ini, dana yang terhimpun diharapkan dapat langsung menguatkan kebutuhan mendesak para penyintas, termasuk logistik dasar, dukungan relawan, hingga operasional evakuasi.
“Pemotongan gaji ini bukan sekadar formalitas. Ini komitmen nyata kami bahwa solidaritas harus diwujudkan, bukan hanya disuarakan,” ujar Arif Kurniawan, Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Samarinda sekaligus Wakil Ketua Komisi 3 dan Sekretaris MPW PKS Kaltim.

Dalam pernyataan lanjutan, Arif menegaskan bahwa Fraksi PKS Samarinda tidak akan berhenti pada tahap pengumpulan dana.
“Kami sedang berkoordinasi dengan jaringan struktur PKS di Aceh, Sumut, dan Sumbar untuk memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran. Fokus kami bukan hanya kebutuhan darurat, tetapi juga dukungan pemulihan jangka panjang,” kata Arif Kurniawan.
Ia menambahkan bahwa pihaknya terus mendorong masyarakat Samarinda agar ikut terlibat dalam gerakan solidaritas ini. Menurutnya, skala bencana yang begitu besar menuntut partisipasi luas dari berbagai elemen. Dana, tenaga, maupun doa, kata Arif, memiliki makna penting bagi para korban.
Langkah humanis Fraksi PKS Samarinda ini menambah daftar panjang aksi solidaritas nasional yang bermunculan sejak bencana melanda Sumatera. Dengan kerusakan yang begitu luas dan proses pemulihan yang diprediksi memakan waktu panjang, bantuan lintas daerah menjadi kunci agar masyarakat di wilayah terdampak dapat bangkit kembali.
Dalam atmosfer keprihatinan yang menyelimuti tiga provinsi itu, gerakan kolektif seperti ini diharapkan mampu menegaskan bahwa ketika bencana datang, kepedulian tidak mengenal batas administratif—yang tersisa hanyalah ikatan sesama manusia.
