Mojokerto – Usia ke-13 menjadi momen refleksi penting bagi RSUD dr. Wahidin Sudirohusodo. Di tengah perayaan hari jadinya, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, mengajak seluruh insan rumah sakit untuk menjadikan tantangan yang ada sebagai peluang untuk memperkuat mutu layanan kesehatan di Kota Mojokerto.
Didirikan pada 2012 setelah berpindah dari Jalan Gajah Mada ke Jalan Surodinawan, rumah sakit ini kini dihadapkan pada beragam tuntutan baru dari sistem layanan kesehatan nasional. Dalam sambutannya usai mengikuti kegiatan jalan sehat peringatan HUT ke-13 pada Jumat (5/12/2025), Wali Kota yang akrab disapa Ning Ita itu menegaskan pentingnya kesiapan RSUD Wahidin dalam memenuhi 24 kompetensi rumah sakit, penyesuaian Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), hingga layanan prioritas nasional.
“Ke depan tantangan yang kita hadapi sangat kompleks. Pertama, kita masih punya tanggung jawab untuk pemenuhan 24 kompetensi yang menentukan strata rumah sakit ini yang sekaligus akan menjadi tolak ukur kualitas layanan kita,” ujar Ning Ita.
Ia juga menambahkan bahwa rumah sakit perlu segera menyesuaikan diri dengan sistem KRIS yang memerlukan kesiapan fasilitas dan tenaga medis. Tidak kalah penting, RSUD Wahidin harus merespons layanan prioritas nasional dari Kementerian Kesehatan yang meliputi penanganan kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak (KJSUKIA).
“Tantangan-tantangan tersebut harus kita jadikan sebagai peluang. Jangan dijadikan hambatan, tetapi peluang untuk terus meningkatkan kapasitas dan kapabilitas rumah sakit ini,” tegasnya lagi.
Ning Ita berharap bertambahnya usia rumah sakit dapat menjadi dorongan untuk memperkuat pelayanan tidak hanya di bidang medis, tetapi juga pendidikan, pelatihan, dan penelitian. Menurutnya, tata kelola rumah sakit harus profesional dan akuntabel agar bisa menjadi kebanggaan warga Mojokerto.
“Rumah sakit ini harus berkomitmen untuk bisa menyelenggarakan layanan kesehatan, pendidikan, pelatihan dan penelitian yang bermutu serta beretika,” ungkapnya.
Ia juga menyebut kegiatan jalan sehat sebagai simbol pentingnya budaya hidup sehat bagi seluruh elemen rumah sakit. “Rumah sakit adalah pusat layanan kesehatan, maka harus menjadi contoh, menjadi uswah hasanah untuk pola hidup sehat,” kata Ning Ita sambil berharap semangat tersebut terus terjaga.
Ia menutup dengan harapan agar pola hidup sehat menjadi budaya yang mengakar dan berdampak positif pada kualitas hidup warga.
Dengan semangat baru, RSUD dr. Wahidin Sudirohusodo diharapkan semakin tangguh dalam menjawab tantangan dan menjadi pusat layanan kesehatan unggulan di Mojokerto.
