Solok – Di tengah kepungan banjir dan keresahan warga, Bupati Solok Jon Firman Pandu bersama Wakil Bupati H. Candra turun langsung meninjau titik-titik terdampak terparah di Kabupaten Solok pada Rabu (26/11/2025). Kunjungan ini menjadi pemantik evaluasi besar-besaran terhadap kinerja OPD yang dianggap lamban dalam merespons bencana.
“Ini bukan saatnya rapat panjang. Saya ingin OPD benar-benar hadir, bukan sekadar laporan di atas meja,” tegas Bupati dalam arahan darurat kepada seluruh Kepala OPD sebelum turun ke lapangan.
Di lapangan, realitas mencengangkan terungkap. Ribuan warga belum menerima bantuan makanan, dapur umum baru aktif setelah banyak aduan, dan titik-titik kritis banjir belum ditangani sejak pagi. Sekda Medison melaporkan, dapur umum memang telah didirikan, namun keterlambatan distribusi membuat lebih dari 1.000 warga tak bisa memasak, termasuk di Muaro Busuk yang kini terisolasi.
Kerusakan besar juga terjadi di Jorong Munggu Tanah, Nagari Selayo. Puluhan hektare sawah hanyut, rumah-rumah nyaris roboh, dan irigasi rusak berat. Bupati menegur keras OPD teknis yang belum hadir di lokasi bencana.
“Warga sudah kehilangan banyak. Kita tidak boleh hanya datang setelah viral,” kata Bupati dengan nada tajam.
Kondisi paling kritis terjadi di Jorong Muaro Busuk, Nagari Koto Hilalang. Jembatan penghubung hanyut total, memutus akses 56 KK atau 175 jiwa yang kini terisolasi. Warga belum menerima makanan atau layanan kesehatan sejak pagi.
Bupati langsung mengeluarkan instruksi cepat di lokasi: PUPR dan BPBD membangun jembatan darurat, Dinas Sosial mendistribusikan makanan tanpa jeda, dan Dinas Kesehatan mengaktifkan layanan medis keliling.
Tak hanya itu, di Koto Baru, jembatan nasional mengalami erosi parah. Tanah penopang tergerus, menimbulkan risiko kecelakaan. Penemuan ini menyoroti lemahnya pengawasan infrastruktur vital di tengah cuaca ekstrem yang sudah diprediksi sebelumnya.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Tidak boleh ada keterlambatan,” tegas Jon Firman.
Ia mengakui bahwa peninjauan hari ini menunjukkan kesiapsiagaan Kabupaten Solok masih lemah. Infrastruktur belum tahan cuaca ekstrem, koordinasi OPD belum solid, dan bantuan dasar lambat tersalur.
“Kita hadapi bersama-sama. Tapi pemerintah harus bergerak lebih cepat dari bencananya,” ujar Bupati saat menyapa warga di Jorong Sawah Pasia.
Dengan kenyataan pahit di lapangan, Pemkab Solok berkomitmen memperbaiki sistem penanganan bencana secara menyeluruh.
