Sangatta – Mewujudkan sekolah ramah lingkungan bukan sekadar wacana. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur kini terus memacu penyelenggaraan Program Adiwiyata, sesuai regulasi terbaru dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup (PermenLH) Nomor 5 Tahun 2025. Tujuannya: menciptakan satuan pendidikan yang tak hanya bersih dan nyaman, tetapi juga menjadi pusat pembentukan karakter sadar lingkungan sejak dini.
Nurrahmi Asmalia, Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kutim, menjelaskan bahwa gerakan ini menitikberatkan pada penguatan budaya peduli lingkungan dalam kehidupan sekolah.
“Melalui Program Adiwiyata, kami mendorong sekolah-sekolah untuk mengintegrasikan perilaku ramah lingkungan dalam kurikulum, tata kelola, serta aktivitas sehari-hari warga sekolah,” ujarnya saat wawancarai di Gedung Wanita Bukit Pelangi,, Selasa (18/11/2025).
Program ini mencakup aksi nyata seperti menjaga kebersihan dan sanitasi, pengelolaan sampah dengan prinsip 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace, Replant), pelestarian keanekaragaman hayati, hingga konservasi energi dan air. Semua kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata dari pembentukan karakter dan kebiasaan peduli lingkungan yang berkelanjutan.
Sekolah yang tergabung dalam program Adiwiyata akan dinilai dari berbagai aspek, termasuk tata kelola lingkungan, integrasi isu lingkungan dalam pembelajaran, partisipasi aktif seluruh warga sekolah, serta keasrian lingkungan fisik sekolah itu sendiri. Nurrahmi menekankan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada kolaborasi antara DLH, Dinas Pendidikan, kepala sekolah, guru, siswa, hingga masyarakat sekitar.
“Adiwiyata bukan hanya soal mendapatkan penghargaan, tapi bagaimana kita membentuk generasi masa depan yang punya kesadaran tinggi terhadap lingkungan,” tambah Nurrahmi.
Tingkatan penghargaan dalam Program Adiwiyata dibagi menjadi empat level: Kabupaten/Kota, Provinsi, Nasional, dan Mandiri. Sekolah yang mencapai level tertinggi, yakni Adiwiyata Mandiri, bahkan diwajibkan membina setidaknya 10 sekolah lain agar turut meraih predikat Adiwiyata.
Dengan gencarnya upaya ini, DLH Kutim berharap dapat memperluas cakupan sekolah Adiwiyata hingga ke wilayah terpencil, sehingga dampaknya lebih merata. Selain memperbaiki kualitas lingkungan sekolah, program ini juga diyakini mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar secara menyeluruh. (ADV).
