Mojokerto – Deru mesin molen dan suara sekop yang berpadu di Desa Sumberkarang, Kecamatan Dlanggu, menandai dimulainya proyek rehabilitasi jalan desa yang telah lama ditunggu warga. Pekerjaan ini mencakup perbaikan ruas jalan sepanjang 171 meter dengan lebar 1,7 meter, menggunakan anggaran sebesar Rp246.688.000 dari Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) Tahun 2025.
Berdasarkan informasi dari pihak terkait, proyek tersebut memiliki masa pengerjaan selama 45 hari kalender, dimulai [Selasa (4/11/2025)] dan dijadwalkan rampung pada [18 Desember 2025]. Pelaksana kegiatan dipercayakan kepada CV Potro Agung yang ditunjuk sebagai kontraktor pelaksana proyek.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah pekerja tengah melakukan pembenahan badan jalan dan pembangunan tembok penahan tanah (TPT) di beberapa titik yang rawan longsor. Aktivitas ini menandai dimulainya tahapan awal rehabilitasi, setelah bertahun-tahun warga mengeluhkan kondisi jalan yang rusak dan membahayakan pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat.
Salah satu warga Desa Sumberkarang, Riki Rosadi atau akrab disapa Bro Riki, menyampaikan rasa syukurnya atas dimulainya pembangunan tersebut. “Saya berharap proyek rehabilitasi jalan ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan memudahkan akses warga dalam beraktivitas sehari-hari,” ujarnya kepada wartawan, Senin (10/11/2025).
Menurut warga setempat, kondisi jalan sebelumnya kerap menjadi kendala bagi aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat, terutama saat musim hujan. Permukaan jalan yang berlubang dan berlumpur membuat kendaraan sulit melintas, sehingga memperlambat mobilitas hasil pertanian dan akses menuju pusat kota.
Dengan adanya proyek ini, masyarakat berharap kualitas pekerjaan dapat dijaga agar hasilnya tahan lama dan benar-benar menjawab kebutuhan warga. “Kami berharap pemerintah dan masyarakat bisa saling mengawasi, supaya pekerjaan dilakukan transparan dan sesuai spesifikasi,” tambah Riki.
Pemerintah desa juga didorong untuk berperan aktif dalam memantau pelaksanaan proyek agar sesuai jadwal dan mutu yang diharapkan. Proyek rehabilitasi ini diharapkan tidak hanya memperbaiki infrastruktur fisik, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Bagi warga Sumberkarang, jalan yang layak bukan hanya fasilitas umum, melainkan simbol kemajuan desa dan bukti nyata hadirnya pembangunan dari pemerintah daerah. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, kontraktor, dan warga, proyek ini diharapkan menjadi langkah awal menuju infrastruktur desa yang lebih kuat dan berkelanjutan.
