Mojokerto – Sorak semangat mewarnai siang di Universitas KH. Abdul Chalim, Kecamatan Pacet, saat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Gus Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa secara resmi membuka rangkaian acara kick-off Hari Lahir (Harlah) ke-58 Kopri, organisasi perempuan di bawah naungan PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia).
Diselenggarakan pada Minggu (2/11/2025) kemaren, pembukaan ini dihadiri pula oleh tokoh karismatik KH. Asep Saifuddin Chalim dan sejumlah ulama. Gubernur Khofifah menyampaikan pesan inspiratif kepada kader Kopri agar terus konsisten dalam perjuangan keorganisasian, menyongsong peran strategis perempuan dalam masa depan Indonesia.
“Kepada sahabat Kopri, pesan saya cuma satu: istiqomah, yang kedua istiqomah, yang ketiga istiqomah. Jangan buang waktu,” ujar Khofifah tegas di hadapan ratusan mahasiswi yang hadir.
Menurutnya, dengan datangnya era bonus demografi dan proyeksi Indonesia Emas 2045, Kopri diharapkan menjadi pusat lahirnya pemimpin perempuan tangguh dan berdaya saing tinggi.
Sementara itu, Gus Bupati Albarraa memberikan apresiasi atas kontribusi Kopri dalam membangun karakter perempuan muslimah. Ia menyebut Kopri sebagai generasi penerus semangat para ratu Kerajaan Majapahit dalam versi modern yang lebih progresif dan inklusif.
“Kami berharap Kopri menjadi penerus semangat para ratu Majapahit dalam wajah modern; perempuan yang tangguh, terdidik, berjiwa sosial, dan berkomitmen terhadap keadilan,” tuturnya.
Di bawah kepemimpinan Gus Bupati, Pemkab Mojokerto memang gencar mengangkat pemberdayaan perempuan melalui program unggulan Perempuan Berkarya. Program ini melibatkan pelatihan dari sektor IKM (Industri Kecil Menengah) serta penyediaan modal usaha demi meningkatkan pendapatan rumah tangga.
“Beberapa kebijakan kami, seperti Perempuan Berkarya, menyasar peningkatan peran ibu rumah tangga melalui pelatihan dan bantuan modal usaha,” terang Gus Bupati dalam sesi sambutan.
Usai acara pembukaan, Khofifah dan Albarraa melanjutkan agenda kunjungan lapangan ke Kampung Terpadu di Desa Kepuhanyar, Kecamatan Mojoanyar. Beberapa titik ditinjau, mulai dari SPAM, MCK, Pos Kamling, pedestrian, hingga rumah tidak layak huni milik warga.
Kunjungan diakhiri dengan inspeksi fasilitas sanitasi lingkungan yang akan ditindaklanjuti melalui sinergi antara Pemprov Jatim, Pemkab Mojokerto, dan Baznas. Rencana anggaran menyebut alokasi dana sebesar Rp13 miliar dari Pemprov Jatim, Rp2 miliar dari Pemkab, dan Rp100 juta dari Baznas.
Rangkaian kegiatan ini menunjukkan komitmen kolaboratif dalam membangun kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat peran strategis perempuan dalam pembangunan daerah.
