Jombang – Dalam suasana penuh khidmat, Pemerintah Desa (Pemdes) Pojokrejo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, menyelenggarakan kegiatan Khotmil Qur’an di Balai Desa pada Senin (20/10/2025). Acara ini digelar untuk memperingati Hari Santri Nasional 2025 sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan cinta terhadap Al-Qur’an di kalangan masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh tokoh agama, para santri, masyarakat setempat, serta perangkat desa. Sejak pagi, suasana Balai Desa dipenuhi lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan secara bergiliran oleh para santri dan aparat desa, menandai dimulainya prosesi khataman yang berlangsung penuh kekhusyukan.
Kepala Seksi Pelayanan Desa Pojokrejo, Heri Mustafa, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk nyata penghormatan kepada para santri yang telah berperan penting dalam perjuangan bangsa.
“Melalui Khotmil Qur’an ini, kami ingin menanamkan semangat cinta Al-Qur’an dan menumbuhkan rasa syukur atas jasa para santri yang turut berjuang dalam pembangunan bangsa,” ujarnya kepada wartawan.
Usai pelaksanaan khataman, acara dilanjutkan dengan doa bersama serta tausiah singkat dari ustaz setempat. Dalam tausiah tersebut, disampaikan pesan bahwa Hari Santri harus menjadi momentum bagi umat Islam untuk terus menjaga nilai keikhlasan, kebersamaan, dan semangat keilmuan sebagaimana diwariskan oleh para ulama terdahulu.
Antusiasme warga tampak tinggi, terutama dari kalangan pemuda yang aktif berpartisipasi sebagai pembaca ayat dan panitia kegiatan. Beberapa warga bahkan turut membawa anak-anak mereka untuk ikut menyimak, dengan harapan dapat menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini.
Menurut panitia, kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi tahunan Desa Pojokrejo dalam memperingati Hari Santri Nasional. Selain menjadi ajang spiritual, acara ini juga mempererat ukhuwah islamiyah dan memperkuat gotong royong antarwarga.
“Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut, karena selain menumbuhkan nilai religius, juga memperkuat hubungan sosial antarwarga desa,” tutur Heri menambahkan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pemdes Pojokrejo berharap semangat Hari Santri dapat terus hidup dalam keseharian masyarakat—menjadi pengingat bahwa perjuangan membangun bangsa tidak lepas dari nilai-nilai keagamaan yang kuat.
