Jember – Balai Desa Lampeji, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember, dipenuhi suasana haru dan syukur pada Selasa (30/9/2025). Sebanyak 60 warga desa tersebut resmi menerima bantuan melalui Program Jatim Puspa Tahun 2025, sebuah program Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dirancang untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat kurang mampu.
Bantuan yang diserahkan berupa barang senilai Rp2.500.000 per penerima, setelah dipotong pajak, dengan jenis bantuan menyesuaikan kebutuhan masing-masing keluarga penerima manfaat (KPM). Hal ini diharapkan dapat memberikan solusi konkret bagi warga agar dapat meningkatkan pendapatan secara berkelanjutan.
Kepala Desa Lampeji, Ari Wahyudi, mengungkapkan rasa terima kasih atas kepedulian pemerintah terhadap warganya. “Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Ibu Gubernur Jawa Timur dan Bupati Jember yang telah memberikan bantuan berupa barang kebutuhan masyarakat sesuai permintaan para KPM. Harapan saya, bantuan permodalan ini bisa bermanfaat semaksimal mungkin dan dapat menambah penghasilan warga,” tuturnya.
Sementara itu, perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur, Gorby Martapura, menjelaskan bahwa program ini menyasar 109 desa di Jawa Timur, termasuk lima desa di Kabupaten Jember. Mekanisme penentuan lokasi dilakukan melalui SEPD pada tahun sebelumnya dengan surat usulan dari kepala daerah sebagai filter.
“Program ini berlanjut setiap tahun dengan lokasi penerima yang bergilir. Sasaran utama adalah keluarga yang sudah lulus dari Program Keluarga Harapan (PKH). Jika belum mencukupi, maka menggunakan daftar Resosek desil 1 dan 2. Tujuannya agar KPM bisa meningkatkan pendapatan serta mengurangi kemiskinan, sehingga mereka yang sudah dianggap sejahtera tidak jatuh miskin lagi,” jelas Gorby.
Salah satu penerima manfaat, B Ay Fatima (57), seorang pedagang kricik dari Dusun Kemiri Songo Pliyangan, menyampaikan rasa syukurnya. “Saya minta sembako, wajan, panci, kompor, bawang putih, pokok lengkap. Terima kasih kepada Bapak Ibu semua dan Ibu Gubernur yang telah memberikan bantuan,” ucapnya dengan senyum penuh lega.
Program Jatim Puspa sendiri telah menjadi salah satu instrumen andalan Pemprov Jawa Timur dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat desa. Dengan pola pemberian bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan penerima, program ini berupaya mendorong masyarakat untuk lebih mandiri secara ekonomi sekaligus mengurangi tingkat kemiskinan di pedesaan.
Bagi masyarakat Lampeji, bantuan ini dianggap sebagai angin segar di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil. Banyak penerima manfaat berharap bantuan yang mereka terima bisa menjadi modal usaha, baik di bidang perdagangan kecil maupun usaha rumah tangga, sehingga berdampak langsung pada peningkatan taraf hidup keluarga.
Dengan hadirnya Program Jatim Puspa 2025 di Desa Lampeji, optimisme baru tumbuh di kalangan warga. Bantuan ini tidak hanya dipandang sebagai bentuk perhatian pemerintah, tetapi juga sebagai langkah nyata untuk menciptakan kemandirian ekonomi di desa-desa Jawa Timur. (ADV).
