Jember – Air suci, doa, dan harmoni budaya berpadu dalam Upacara Mendhak Tirta Manggala Hyang yang menjadi penutup rangkaian Hyang Argopuro Festival IX di Lapangan Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa, Minggu (14/9/2025). Perhelatan budaya yang berlangsung sejak 12 September ini menghadirkan suasana khidmat sekaligus meriah, menyatukan masyarakat dalam semangat pelestarian tradisi.
Acara penutupan turut dihadiri Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat Kemendikbudristek, Bupati Jember Muhammad Fawaid, lembaga adat, serta ribuan warga setempat. Dengan tema “Mawar, Kenanga, Kanthil: Filosofi dalam Harmoni Budaya”, festival ini mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah pusat sebagai contoh nyata bagaimana gotong royong masyarakat mampu menjaga dan mengembangkan warisan budaya.
Dalam sambutannya, Bupati Jember Muhammad Fawaid menegaskan bahwa kebudayaan dan pariwisata akan terus menjadi penggerak pembangunan daerah. “Jember Baru, Jember Maju, Insya Allah tidak hanya menjadi slogan. Tahun 2026 akan banyak event besar, baik kesenian maupun kebudayaan di Kabupaten Jember. Hyang Argopuro perkembangannya sudah luar biasa, dan tahun depan harus lebih besar lagi. Kalau ingin besar, tidak boleh jalan sendiri, harus bersinergi,” ujarnya.
Bupati juga menyinggung pentingnya dukungan lintas sektor, termasuk dari Jember Fashion Carnaval (JFC) yang telah mendunia. Menurutnya, sinergi semacam itu bisa memperkuat posisi Hyang Argopuro Festival agar suatu saat mampu sejajar dengan festival internasional.
Lebih lanjut, Fawaid menyampaikan rencana strategis Pemkab Jember dalam mendukung sektor pariwisata melalui peningkatan aksesibilitas. “Insya Allah tanggal 18 nanti akan ada penerbangan reguler dari Jember ke Jakarta,” tambahnya.
Dari sisi pemerintah pusat, Kemendikbudristek mendorong pemanfaatan Dana Indonesiana dan Dana Desa untuk mendukung pemajuan kebudayaan. Harapannya, tradisi yang diwariskan leluhur tidak hanya terjaga, tetapi juga berkembang menjadi daya tarik wisata budaya yang unggul.
Dengan berakhirnya Hyang Argopuro Festival IX, masyarakat Arjasa membuktikan bahwa tradisi bukan sekadar warisan masa lalu, tetapi juga modal berharga untuk masa depan. Kehangatan gotong royong, kekuatan budaya, dan dukungan pemerintah menjadikan festival ini pijakan penting menuju kejayaan pariwisata dan budaya Jember. (Adv) .
