Jember – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jember tahun ini dikemas layaknya pesta rakyat yang memadukan hiburan, budaya, olahraga, hingga kegiatan keagamaan. Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan sederet agenda berskala nasional dan internasional yang akan berlangsung mulai akhir Juli hingga Agustus 2026 sebagai upaya menghidupkan sektor pariwisata dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
Rangkaian kegiatan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait saat acara Pro Gus’e Update dan Gus’e Menyapa di Lapangan SMP Negeri 1 Jember, Jumat (17/7/2026). Berbagai kegiatan telah dijadwalkan, mulai dari Jember Fashion Carnival (JFC), nonton bareng final Piala Dunia, pengajian akbar, Jember Kota Cerutu Indonesia (JKCI), Jember Bersholawat, International Jember Marching Carnival (IJMC), hingga Konser Cinta NKRI pada malam peringatan Hari Kemerdekaan.
Menurut Bupati yang akrab disapa Gus Fawait, rangkaian perayaan akan diawali dengan penyelenggaraan Jember Fashion Carnival (JFC) pada 24–26 Juli 2026. Ajang yang telah menjadi ikon Kabupaten Jember tersebut akan dipromosikan secara lebih luas agar mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Tahun ini JFC akan kembali kita garap secara serius dan dipromosikan secara masif melalui berbagai media serta media sosial agar penyelenggaraannya lebih semarak dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ujar Gus Fawait.
Selain JFC, Pemerintah Kabupaten Jember juga menggelar nonton bareng final Piala Dunia di Alun-Alun Jember pada 20 Juli 2026. Kegiatan itu akan disertai pembagian berbagai doorprize, termasuk sepeda motor, sebagai daya tarik bagi masyarakat sekaligus mendorong geliat pelaku usaha kecil yang beraktivitas di sekitar lokasi acara.
“Semua masyarakat duduk bersama tanpa ada tempat khusus bagi pejabat. Tidak ada Bupati, tidak ada kepala dinas, semuanya berbaur dengan masyarakat,” katanya.
Usai pelaksanaan JFC, masyarakat akan diajak mengikuti pengajian akbar yang menghadirkan sejumlah ulama, di antaranya KH Kholil Nawawi, KH Fahim Ruyani, Gus Kautsar, dan KH Ahmad Kafabihi. Menurut Gus Fawait, perpaduan antara kegiatan budaya dan keagamaan menjadi bagian dari konsep peringatan kemerdekaan yang mengedepankan keseimbangan nilai.
“Siangnya JFC, malamnya ngaji bersama. Jadi seimbang antara urusan dunia dan akhirat,” ungkapnya.
Agenda berlanjut dengan penyelenggaraan Jember Kota Cerutu Indonesia (JKCI) pada 31 Juli hingga 1 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi sarana promosi industri cerutu Jember yang selama ini dikenal sebagai salah satu komoditas ekspor unggulan daerah. Acara ini diperuntukkan bagi kalangan dewasa sesuai ketentuan yang berlaku.
Pada 5 Agustus 2026, Alun-Alun Jember kembali menjadi pusat kegiatan melalui Jember Bersholawat yang menghadirkan KH Raden Ahmad Azaim Ibrahimy bersama keluarga besar Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Selanjutnya, pada 7–9 Agustus 2026 digelar International Jember Marching Carnival (IJMC) yang akan diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara, termasuk Thailand.
“Ini menjadi bukti bahwa Jember tidak hanya menjadi tuan rumah event nasional, tetapi juga event internasional,” kata Gus Fawait.
Memasuki puncak peringatan HUT ke-81 RI pada 17 Agustus 2026, Pemerintah Kabupaten Jember akan menggelar upacara bendera, kemudian dilanjutkan Konser Cinta NKRI di Alun-Alun Jember yang akan dimeriahkan grup musik Darboy Gank bersama sejumlah artis lainnya.
Rangkaian peringatan ditutup pada 23 Agustus 2026 melalui kegiatan Ancak Agung dan Selawatan di sepanjang Jalan Sultan Agung hingga Alun-Alun Jember bersama KH Raden Kholil As’ad. Setelah sukses memecahkan Rekor MURI melalui Ancak Agung terbanyak pada tahun sebelumnya, Pemkab Jember menargetkan capaian yang lebih besar pada penyelenggaraan tahun ini.
Melalui berbagai agenda tersebut, Pemerintah Kabupaten Jember berharap momentum peringatan Hari Kemerdekaan tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, memperkuat citra Jember sebagai kota penyelenggara event bertaraf internasional, sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah melalui sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif.
