Mojokerto – Musik tidak hanya hiburan, melainkan juga bahasa universal untuk menyampaikan pesan. Semangat inilah yang tengah digelorakan dua musisi asal Kabupaten Mojokerto, Harry dari Bangsal dan Bro Riki dari Dlanggu. Keduanya kini berkolaborasi menghadirkan karya musik dengan nuansa pop, akustik, dan klasik yang ditujukan khusus bagi generasi muda. Langkah kreatif ini diharapkan mampu memperkaya warna musik lokal sekaligus menembus kancah nasional.
Kolaborasi Harry dan Bro Riki bukan sekadar proyek seni, melainkan wujud komitmen untuk menginspirasi anak muda agar lebih berani berkarya. Pada Minggu (14/9/2025), keduanya menegaskan sedang menyiapkan beberapa lagu baru yang akan dirilis secara digital dalam waktu dekat.
Menurut Bro Riki, yang juga berperan sebagai penata musik (arasemen), karya yang mereka lahirkan tidak hanya untuk didengar oleh masyarakat Mojokerto, tetapi juga diharapkan bisa menjangkau audiens yang lebih luas. “Kami berharap lagu-lagu karya kami bisa didengar tidak hanya oleh masyarakat Mojokerto, tetapi juga di luar Mojokerto. Kami juga sangat berharap ada dukungan dari Pemkab Mojokerto agar karya ini bisa berkembang lebih luas,” ujarnya.
Kehadiran musisi lokal ini disambut positif oleh masyarakat. Solikin, warga Kedunglengkong, Dlanggu, menyampaikan rasa bangganya terhadap karya-karya anak daerah. “Saya merasa senang bila ada musisi dan pencipta lagu dari warga Mojokerto yang berkarya untuk sesuatu yang positif,” ungkapnya.
Harry dan Bro Riki menegaskan bahwa musik yang mereka ciptakan lahir dari keresahan sekaligus harapan terhadap generasi muda. Dengan kombinasi aliran musik yang variatif, keduanya ingin menghadirkan sesuatu yang segar, berbeda, dan relevan dengan semangat zaman.
Komitmen mereka mencerminkan geliat baru dunia seni dan budaya di Mojokerto. Di tengah derasnya arus globalisasi musik digital, hadirnya musisi lokal yang konsisten berkarya menjadi bukti bahwa Mojokerto memiliki potensi besar dalam melahirkan talenta seni yang berdaya saing.
Ke depan, karya-karya Harry dan Bro Riki diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana edukasi dan motivasi bagi generasi muda untuk terus berkarya tanpa meninggalkan identitas budaya lokal.
